sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jadi Wamenlu, Mahendra Siregar diberi waktu satu tahun

Mahendra Siregar diminta fokus pada peningkatan perdagangan luar negeri.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Jumat, 25 Okt 2019 11:11 WIB
Jadi Wamenlu, Mahendra Siregar diberi waktu satu tahun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 389.712
Dirawat 62.649
Meninggal 13.299
Sembuh 313.764

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Mahendra Siregar, ditunjuk menjadi Wakil Menteri Luar Negeri. Dia dibebani sejumlah tugas yang harus diselesaikan dalam tenggat waktu satu tahun.

"Presiden memberi saya waktu satu tahun untuk melaksanakan ini. Kalau tidak, saya akan diganti," kata Mahendra di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (25/10).

Dia menjelaskan, ada tiga hal yang dijelaskan Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut. Pertama ihwal perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Mahendra diminta Jokowi agar tidak melihat kondisi tersebut sebagai tantangan dan masalah, melainkan sebagai sebuah peluang. 

Oleh Jokowi, Mahendra diberi tenggat waktu satu bulan untuk menyelesaikan Generalized System of Preference (GSP) dengan AS. GSP merupakan kebijakan perdagangan suatu negara yang memberi manfaat berupa pemotongan bea masuk impor terhadap produk ekspor negara yang mendapat manfaat GSP. 

"Karena ini akan berdampak langsung dalam peningkatan perdagangan dua kali lipat, termasuk peningkatan ekspor kita US$10 miliar hingga US$25 miliar dalam lima tahun ke depan," katanya.

Hal kedua yang akan menjadi fokus Mahendra adalah menjaga dan mengamankan keberlanjutan industri sawit Indonesia. Menurutnya, hal ini penting karena berkaitan dengan target ekspor yang harus melampaui US$25 miliar dan penghematan sampai US$10 miliar. 

Terakhir, Mahendra diminta agar dapat memposisikan Indonesia yang memiliki pasar besar, untuk menarik keuntungan yang baik. Presiden, kata dia, meminta agar Indonesia tidak begitu saja melakukan hubungan dengan pihak lain.

"Karena pasar besar itu harus jadi bagian dari politik luar negeri Indonesia," ucapnya. 
 

Sponsored
Berita Lainnya