sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jaksa Agung akan evaluasi tuntutan penyerang Novel Baswedan

Burhanuddin mengaku, akan mempelajari dan mengevelausi apakah tuntutan yang dilayangkan JPU sesuai dengan fakta persidangan.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Senin, 29 Jun 2020 16:35 WIB
Jaksa Agung akan evaluasi tuntutan penyerang Novel Baswedan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 68079
Dirawat 33135
Meninggal 3359
Sembuh 31585

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengaku akan mengevaluasi tuntutan 1 tahun penjara bagi terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Dia berjanji, akan mempelajari dan mengevelausi apakah tuntutan yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sesuai dengan fakta-fakta persidangan.

"Kami tidak menyalahkan juga jaksanya, karena biasanya jaksa ini menuntut berdasarkan fakta-fakta di persidangan. Nanti, kami akan evaluasi juga karena itu tidak sampai di saya tuntutannya. Tapi, akan saya minta evaluasi," ujar Burhanuddin, saat Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR bersama Kejaksaan Agung (Kejagung), di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (29/6).

Selain itu, Burhanuddin juga berjanji, akan mengawal putusan majelis hakim ihwal perkara ini nantinya. Jika putusan vonis hakim berbeda jauh dengan JPU, maka tuntutan tersebut barulah bisa dipertanyakan.

Pernyataan Burhanuddin tersebut, sebagai respons atas cecaran dari beberapa anggota Komisi III DPR RI. Beberapa di antaranya, Anggota Komisi III Fraksi NasDem Taufik Basari (Tobas) dan Anggota Komisi III Fraksi PKS Aboebakar Al-Habsy.

Sebelumnya, Tobas meminta, penjelasan kepada Burhanuddin, karena dia menilai, tuntutan 1 tahun penjara yang dilayangkan JPU atas terdakwa tidak masuk akal.

"Saat ini yang jadi sorotan publik adalah tuntutan yang enggak masuk akal. Saya ikuti isi rekuisitor. Sepanjang pengalaman saya jadi lawyer sebelum cuti, memang alasan-alasan yang termuat di rekuisitor banyak yang di luar nalar sehat," kata pria yang akrab disapa Tobas itu.

Bagi Tobas, tuntutan JPU sangatlah janggal. Oleh sebab itu, dia meminta, Jaksa Agung bisa meninjau agar penegakan hukum memiliki citra baik di mata masyarakat.

Sponsored

Sementara, menurut Aboebakar, tuntutan atas terdakwa penyiram Novel telah mencoreng marwah lembaga kejaksaan. "Kasus ini kerap dipertanyakan masyarakat, Pak dan konsituen. Kenapa kasus ini sangat jauh tuntutannya dengan kasus serupa," kata dia.

Berita Lainnya