sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jalan tikus membuat 'lockdown' Jakarta tak efektif

Mendagri Tito menilai kebijakan lockdown di Jakarta kurang tepat.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Sabtu, 21 Mar 2020 23:00 WIB
Jalan tikus membuat 'lockdown' Jakarta tak efektif
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Banyaknya jalan kecil atau jalan tikus yang menghubungkan Kota Jakarta dengan daerah sekitar akan membuat lockdown atau kuncitara (penguncian sementara) menjadi tidak efektif.

"Jakarta sudah jadi megapolitan dan hampir tidak ada batas dengan Depok, Tanggerang maupun Bekasi," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian seusai rapat bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (21/3).

Jakarta, sambung mantan Kapolri itu, bisa saja menutup akses jalan nasional, provinsi dan jalan kota, namun jalan-jalan tikus yang hanya bisa dilalui motor atau perorangan akan sulit terpantau, sehingga opsi lockdown dirasa kurang tepat.

Tito kemudian membandingkanya dengan Kota Tokyo, Seoul dan Sanghai yang tidak melakukannya namun mampu meredam sebaran Covid-19.

Opsi lockdown, kata dia, akan berpengaruh pada ekonomi Indonesia karena Jakarta merupakan pusat ekonomi, tempat 70 persen uang beredar, sehingga berpotensi menimbulkan krisis ekonomi jika dilakukan.

Selain ekonomi, ia meminta Pemprov DKI Jakarta melakukan pertimbangan sosial, budaya dan kondisi kedaruratan kesehatan secara matang jika DKI ingin melakukan lockdown.

Tito mengaku lebih setuju dengan opsi rapid test. "Tokyo dan Seoul tidak lockdown tapi mampu membendung (Covid-19) dengan rapid test," ujar Tito.

Untuk itulah, pemerintah telah memesan 1,5 juta test kit untuk rapid test yang segera diujikan melalui gugus tugas di daerah-daerah sebagai deteksi dini penyebaran Covid-19.

Sponsored

Tito juga menekankan agar penerapan jarak sosial atau social distancing lebih dimaksimalkan untuk memutus rantai penularan Covid-19 dengan menunda semua kegiatan yang melibatkan banyak massa.

"Kerumunan bisa menjadi mesin penularan Covid-19, jika tertular satu sama lain sama saja membunuh yang lain," pungkasnya. (Ant)

Memetik laba di tengah pandemi corona

Memetik laba di tengah pandemi corona

Selasa, 31 Mar 2020 17:51 WIB
Nasib pekerja informal yang di ujung tanduk

Nasib pekerja informal yang di ujung tanduk

Senin, 30 Mar 2020 06:10 WIB
Berita Lainnya