sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jokowi: Anak muda lupa tentang Keindonesiaan

Banyak anak muda berbincang di media sosial isinya hanya saling ejek dan melempar fitnah.

Rakhmad Hidayatulloh Permana
Rakhmad Hidayatulloh Permana Kamis, 31 Jan 2019 15:55 WIB
Jokowi: Anak muda lupa tentang Keindonesiaan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1790
Dirawat 1508
Meninggal 170
Sembuh 112

Presiden Joko Widodo merasa resah banyak anak muda saat ini telah melupakan komitmennya mengenai Keindonesiaan. Itu terlihat dari maraknya perbincangan di jejaring media sosial yang isinya hanya saling ejek dan melempar fitnah.   

“Orang sudah banyak lupa mengenai nilai keagamaan, nilai Islami, akhlakul karimah, lupa etika, budi pekerti, tata krama, sopan santun, juga pada komitmen-komitmen tentang Keindonesiaan,” kata Jokowi dalam pidato sambutannya di acara Konsolidasi Organisasi Jelang Satu Abad nahdlatul Ulama di JCC Senayan, Jakarta pada Kamis (31/1).

Jokowi menjelaskan, akhir-akhir ini dirinya khawatir terkait perilaku anak muda di media sosial, di mana banyak dari mereka saling mencela, menghina, mengejek, dan memfitnah. Bahkan itu dilakukan tidak pandang bulu. Artinya, anak muda berani terhadap yang lebih tua.  

“Kita lihat akhir-akhir ini kekhawatiran di sosmed yang saling hina, saling cela, saling ejek, saling fitnah betul-betul semakin menjadi-jadi. Yang patut kita garis bawahi sekarang yang muda berani melakukan kepada yang lebih tua, yang junior berani melakukan pada senior. Menghina, cela, ejek, fitnah,” katanya. 

Sponsored

“Saya meyakini Nahdlatul Ulama memiliki komitmen keagamaan sekaligus komitmen kebangsaan yang tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya. 

Kepada para kader Nahdlatul Ulama, Jokowi mengingatkan untuk terus konsisten menjaga dan merawat kerukunan bangsa.  Selain itu, di akhir pidatonya, Jokowi juga menyinggung proses penggodokan Rancangan Undang-Undang Pondok Pesantren yang akan segera diselesaikan. 

"Terakhir saya sampaikan kita pemerintah terus mendorong agar Rancangan Undang-undang Pondok Pesantren segera bisa diselesaikan. Ini sudah sangat penting, sangat penting, kita tidak ada payung hukum yang jelas baikanggaran ponpes maupun berkaitan pendidikan yang ada di ponpes,” ujar Jokowi.

Berita Lainnya