sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jokowi: Apa-apaan, ada pelabuhan baru tapi tak ada akses jalan

Akibat perencanaan pembangunan yang tidak sinkron, daya ungkit program tidak optimal.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Kamis, 27 Mei 2021 14:36 WIB
Jokowi: Apa-apaan, ada pelabuhan baru tapi tak ada akses jalan

Kualitas perencanaan pembangunan di Indonesia masih memerlukan perbaikan. Masih ada program yang tidak jelas sasarannya. Salah satu akibatnya, arah pembangunan pusat dan daerah tidak sinkron.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung itu saat memberikan pengarahan pada rapat koordinasi nasional pengawasan intern pemerintah tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (jabar), Kamis (27/5). 

"Saya melihat, saya ini di lapangan terus, ada waduk tidak ada irigasinya. Irigasi primer, sekunder, tersier enggak ada. Ada itu, saya temukan di lapangan," kata Jokowi.

Tak hanya itu. Presiden juga menemukan pembangunan infrastruktur pelabuhan baru tapi tak dilengkapi akses jalan. "Ini apa-apaan, gimana pelabuhan itu bisa digunakan. Ada. Dan (yang seperti ini) tidak hanya satu. Ini yang terus harus dikawal," kata dia.

Akibat perencanaan pembangunan yang tidak sinkron, daya ungkit program tidak optimal. Masyarakat yang akan menikmati program juga dirugikan. Mereka tidak mendapatkan manfaat dari program.

Agar hal itu tidak terjadi, Jokowi meminta, agar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) kementerian/lembaga dan daerah mengawal perencaan dan pelaksanaan pembangunan dari hulu. 

"Tidak sekadar mengulang-ulang terus. Kita ini mengulang-ulang perencanaan dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga tidak pas, tidak adaptif terhadap situasi hari ini," kata Jokowi.

Dalam situasi pandemi, jelas Presiden, ada disrupsi arus gelombang perubahan. Perubahan itu nyata dan bergerak amat cepat. Ia meminta agar semua berdapatasi dengan arus gelombang perubahan itu.

Sponsored
Berita Lainnya