sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jokowi libatkan TNI-Polri kejar target 1 juta vaksin sehari

Presiden Jokowi menginstruksikan perketat pelaksanaan protokol kesehatan.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 14 Jun 2021 17:41 WIB
Jokowi libatkan TNI-Polri kejar target 1 juta vaksin sehari

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar penyuntikan program vaksinasi Covid-19 dipercepat. Bahkan, ditargetkan 700.000 suntikan per hari pada bulan Juni. Kemudian, 1 juta suntikan per hari pada bulan Juli nanti.

Jokowi pun memerintahkan TNI/Polri membantu program vaksinasi Covid-19 di daerah. “Sehingga, 600.000 (target penyuntikan) per hari akan melalui jalur pemerintah daerah, sedangkan 400.00 per hari akan dilakukan melalui jalur sentral TNI/Polri,” tutur Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual, Senin (14/6).

Di sisi lain, Presiden Jokowi menginstruksikan untuk memperketat pelaksanaan protokol kesehatan di lapangan. Protokol kesehatan harus dilaksanakan secara disiplin sesuai aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Selain itu, memperkuat 3T (testing, tracing, treatment) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Karena memang banyak, aturan sudah baik, untuk zona merah, oranye, kuning, tetapi implementasi di lapangannya yang perlu disiplinkan, bapak Panglima TNI dan Kapolri memastikan bahwa implementasi di lapangan PPKM mikro sesuai dengan yang dirumuskan,” ucapnya.

Sponsored

Permintaan Jokowi, kata dia, disebabkan peningkatan klaster keluarga akibat aktivitas mudik, pariwisata, dan makan bersama. Misalnya, kenaikan kasus akibat aktivitas pariwisata di Pangandaran, Jawa Barat.

Kemudian, aktivitas makan yang dalam banyak kesempatan perlu membuka masker. Arahan Jokowi itu juga untuk merespon temuan varian baru Covid-19 B1617 dari India yang ternyata sudah mewabah di beberapa daerah di Indonesia. Misalnya, Kabupaten Kudus, DKI Jakarta, dan Kabupaten Bangkalan.

“Seperti di Kudus, DKI Jakarta dan Bangkalan, ternyata memang sudah terkonfirmasi varian B1617 atau varian dari India mendominasi, karena ini penularannya lebih cepat, walaupun tidak lebih mematikan,” ujar Budi.

Berita Lainnya