sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jokowi: Pandemi masih ada dan nyata, jangan lengah

Ketidakwaspadaan tersebut berpotensi meningkatkan laju penularan coronavirus.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Senin, 19 Apr 2021 15:25 WIB
Jokowi: Pandemi masih ada dan nyata, jangan lengah

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan tidak lengah terhadap penyebaran Covid-19 yang masih ada dan nyata. Hal tersebut, disampaikan usai melakukan peninjauan vaksinasi bagi seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (19/04).

"Kita harus menyampaikan apa adanya bahwa pandemi Covid-19 masih ada dan nyata di negara kita. Oleh sebab itu, kita tetap harus ingat dan waspada, eling lan waspada, tetap tidak boleh lengah, tidak boleh menyepelekan yang namanya Covid," kata Jokowi dikutip dari laman setkab.go.id, Senin (19/4).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan, ketidakwaspadaan tersebut berpotensi meningkatkan laju penularan coronavirus. "Jangan sampai situasi sekarang yang kurvanya sudah lebih baik, menurun, ini menjadi naik lagi gara-gara kita lengah dan tidak waspada," harapnya.

Kegiatan vaksinasi kali ini diikuti kurang lebih 500 seniman dan budayawan dari wilayah Jabodetabek. Presiden menyampaikan, berdasarkan peninjauan yang dilakukan, pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan lancar.

Sponsored

"Pada pagi hari ini alhamdulillah kita bersama-sama dengan para seniman, budayawan, artis, musisi, dari teater, dari seni tradisi, semuanya berkumpul di sini untuk divaksinasi. Dan kita harapkan beliau-beliau semuanya nanti bisa terlindungi dan tidak terpapar oleh COVID-19 sehingga bisa beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Semakin gencarnya pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan pemerintah, imbuh Presiden, diharapkan dapat menekan laju penularan Covid-19. "Kita harapkan semakin banyak yang divaksin akan juga menurunkan penyebaran Covid-19," tandasnya.

Mendampingi Presiden dalam peninjauan di antaranya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Berita Lainnya