sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jokowi soal presiden 3 periode: Ingin menampar atau cari muka

Presiden Jokowi menegaskan dirinya produk pemilihan presiden secara langsung, sehingga tak mau pemilihan presiden dilakukan MPR.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Senin, 02 Des 2019 15:39 WIB
Jokowi soal presiden 3 periode: Ingin menampar atau cari muka

Presiden Joko Widodo mengaku tak setuju dengan usulan penambahan masa jabatan presiden. Dia menilai usulan tersebut disampaikan dengan niat yang tidak baik.

"Satu ingin menampar muka saya, kedua ingin mencari muka, ketiga ingin menjerumuskan, itu saja," kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/12).

Dia juga memberi isyarat penolakan terhadap usulan pemilihan presiden oleh MPR, yang pertama kali digulirkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Jokowi menekankan, dirinya merupakan produk dari pemilihan presiden yang dilakukan secara langsung oleh rakyat Indonesia. Dia pun menilai pemilihan langsung merupakan mekanisme terbaik untuk memilih pemimpin bangsa.

Kedua wacana tersebut muncul seiring rencana amendemen UUD 1945. Jokowi mengatakan, munculnya dua isu tersebut telah menunjukkan pembahasan amendemen telah melebar jauh dari tujuan awal.

"Jadi lebih baik tidak usah amendemen. Kita konsentrasi saja pada tekanan-tekanan eksternal, yang bukan sesuatu yang mudah untuk diselesaikan," ucap Presiden. 

Munculnya wacana penambahan periode jabatan presiden, mengemuka setelah adanya rekomendasi MPR untuk mengamendemen UUD 1945. Namun wacana awal yang mengikuti rencana tersebut hanyalah penghidupan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara atau GBHN.

Ketimbang mengusulkan penambahan periode jabatan presiden, Partai Solidaritas Indonesia lebih menginginkan pemangkasan. Ketua DPP PSI Tsamara Amany mengatakan, pihaknya mengusulkan masa jabatan presiden selama tujuh tahun, namun dibatasi hanya satu periode.

Sponsored

“Jika hanya satu periode, setiap presiden akan bekerja semaksimal mungkin. Fokus bekerja buat rakyat dan tak memikirkan pemilu berikutnya,” kata Tsamara.