sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jokowi: Usut tuntas permainan kasus minyak goreng!

Presiden menjelaskan, minyak goreng masih menjadi masalah di masyarakat sampai saat ini.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 20 Apr 2022 13:45 WIB
Jokowi: Usut tuntas permainan kasus minyak goreng!

Presiden Joko Widodo meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas mafia minyak goreng. Pengusutan itu untuk mengetahui siapa sesungguhnya yang bermain, sehingga harga minyak goreng tetap tinggi dan sulit didapat.

"Kemarin Kejaksaan Agung sudah menetapkan empat tersangka urusan minyak goreng. Saya minta diusut tuntas, sehingga kita bisa tahu siapa yang bermain, ini bisa mengerti," ujar Jokowi dalam keterangan pers di Pasar Bangkal Baru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (20/4).

Presiden berada di Sumenep untuk meresmikan Bandara Trunojoyo. Bandara yang dibangun 2008 itu siap melayani kebutuhan transportasi masyarakat di Pulau Madura dan pulau-pulau lainnya di sekitar Madura.

Presiden menjelaskan, minyak goreng masih menjadi masalah di masyarakat sampai saat ini. Karena itu, kata dia, pemerintah menyalurkan bantuan langsung tunai sebesar Rp100.000 per bulan, juga keluarga penerima program sembako dan 2,5 pedagang kecil.

Presiden berharap agar harga minyak goreng dapat kembali mendekati harga normal. "Kami ingin harganya lebih mendekati normal. Jadi memang harganya tinggi. Karena apa? Harga di luar, harga internasional itu tinggi banget, sehingga kecenderungan produsen itu penginnya ekspor karena memang harganya tinggi di luar," ujar Jokowi.

Pemerintah, kata presiden, telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan minyak goreng. Antara lain melalui beragam kebijakan, seperti penetapan harga eceran tertingi (HET) untuk minyak goreng curah dan subsidi ke produsen. 

Namun, presiden melihat kebijakan tersebut belum berjalan dengan efektif dalam beberapa pekan ini. "Di pasar, saya lihat minyak goreng curah banyak yang belum sesuai HET yang dutetapkan. Artinya, memang ada permainan," tegas Jokowi. 

Kejaksaan Agung menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Salah satu adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana.

Sponsored

Menurut Jaksa Agung ST Burhanuddin, Indrasari diduga melakukan perbuatan melawan hukum dengan memberikan izin ekspor CPO kepada empat perusahan. Masing-masing pejabat dari perusahaan itu kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group, Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia, dan Pierre Togar Sitanggang selaku General Manager PT Musimas.

"Ketiga tersangka telah berkomunikasi dengan tersangka IWW, sehingga perusahaan-perusahaan itu mendapatkan persetujuan ekspor. Padahal (mestinya) tidak berhak dapat ekspor," kata Burhanuddin, Selasa (19/4).

Berita Lainnya