sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jumlah dokter yang meninggal akibat Covid menjadi 161

Data itu dikumpulkan dari 18 IDI wilayah dan 61 IDI cabang.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 03 Nov 2020 10:09 WIB
Jumlah dokter yang meninggal akibat Covid menjadi 161
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 511.836
Dirawat 64.878
Meninggal 16.225
Sembuh 429.807

Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengumumkan, 161 dokter wafat akibat Covid-19 hingga Selasa (3/11). Data itu dikumpulkan dari 18 IDI wilayah dan 61 IDI cabang. Para dokter yang meninggal mencakup 82 dokter umum (empat di antaranya guru besar), 68 dokter spesialis (enam guru besar), dan dua dokter residen.

Provinsi dengan dokter meninggal terbanyak ada di Jawa Timur (Jatim), yakni 33 dokter. Disusul Sumatera Utara 23 dokter, DKI Jakarta 24 dokter, Jawa Barat 12 dokter, Jawa Tengah 10 dokter, Sulawesi Selatan tujuh dokter, Banten enam dokter, Bali lima dokter, Kalimantan Selatan empat dokter, Aceh empat dokter, Riau empat dokter, dan Kalimantan Timur empat dokter.

Kemudian, Sumatera Selatan tiga dokter, Kepulauan Riau dua dokter, DI Yogyakarta dua dokter, Nusa Tenggara Barat dua dokter, Sulawesi Utara dua dokter, Papua Barat satu dokter, Sumatera Barat satu dokter, Bengkulu satu dokter, dan masih ada dua dokter menunggu verifikasi.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi mengatakan, mayoritas aktivitas masyarakat pada libur akhir pekan mengabaikan protokol kesehatan. Ia menilai, liburan akhir pekan tersebut bakal berpotensi memicu lonjakan kasus Covid-19. Lonjakan kasus Covid-19 akan terlihat dalam kurun waktu sekurang-kurangnya dua minggu mendatang.

“Pada libur akhir pekan panjang seperti sebelumnya pada periode Mei, terjadi lonjakan kasus 41% dan Agustus sebesar 21% dengan peningkatan rata-rata tes perorangan sepekan sebesar 20%,” tutur Adib dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11).

Ia pun menjelaskan, perlunya mewaspadai kasus orang tanpa gejala (OTG) yang berpotensi menularkan pada orang lain tanpa disadari. Liburan panjang yang meningkatkan mobilitas manusia turut pula mengeskalasi transimisi virus SARS-Cov-2 ini.

“Kami meminta masyarakat untuk sabar, sadar dan mempunyai daya juang dalam upaya-upaya penanganan Pandemi Covid ini dengan berpartisipasi aktif melakukan testing Covid agar dapat melindungi dirinya sekaligus juga orang di sekitar,” ucapnya.

Seperti diketahui sepanjang Oktober 2020, terdapat satu hari libur nasional dan dua hari cuti bersama. Hari libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada Kamis (29/10). Sementara, libur cuti bersama ditetapkan pada Rabu (28/10) dan Jumat (30/10). Libur panjang disebabkan karena hari berikutnya merupakan akhir pekan, Sabtu (31/10) dan Minggu (1/11).

Sponsored
Berita Lainnya