logo alinea.id logo alinea.id

Jumlah titik panas karhutla hari ini alami penurunan

Titik panas karhutla menurun dari 1.460 kemarin,menjadi 856.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 13 Agst 2019 15:53 WIB
Jumlah titik panas karhutla hari ini alami penurunan

Kepolisian Negara Republik Indonesia menyatakan jumlah titik panas atau hotspot yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hari ini mengalami penurunan. Jika pada Senin (12/8) jumlahnya mencapai 1.460 titik, hari ini tinggal 856 titik.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, titik api berada di enam wilayah, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, kalimantan Selatan, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

"Kemarin terpantau ada 1.460 titik yang diduga jadi titik panas api. Namun, hari ini sudah menurun jadi 856 titik yang tersebar di beberapa wilayah," kata Dedi di Humas Polri, Jakarta, Selasa (13/8).

Dedi menjelaskan, titik panas di Sumatera paling banyak berada di wilayah Riau. Sedangkan di Kalimantan, titik panas lebih dominan berada di Kalimantan Barat.

Untuk memantau dan memadamkan api di enam wilayah tersebut, Polri dan TNI sudah membentuk enam tim khusus. Dedi optimistis tim dapat memadamkan 856 titik panas api di enam wilayah tersebut.

"Kapolri sudah membentuk tim yang bertugas untuk memantau wilayah itu. Kami akan terus bekerja memadamkan api di sana," katanya.

Sementara itu di Riau, Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian menyambangi lokasi karhutla bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNPB Doni Monardo, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sitti Nurbaya. Dalam aksi turun langsung ke wilayah Kabupaten Pelawan, Riau, Tito menegaskan Kapolda di enam wilayah tersebut telah melakukan langkah-langkah mitigasi.

Tito menuturkan, apabila tim yang telah dibentuk tidak dapat menanggulangi karhutla yang terjadi, maka penanganannya akan dilakukan oleh Mabes Polri. Namun Tito masih akan melihat kerja keenam tim tersebut.

Sponsored

“Polda diback up oleh Mabes Polri. Kalau kita lihat Polda bisa mengembangkannya dan bekerjanya efektif, maka dari Mabes Polri hanya memberikan asistensi, tapi kalau tidak efektif akan kita tarik ke Mabes Polri,” ujar Tito melalui keterangan resminya.