sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kabareskrim Listyo Sigit diminta tunjukkan keberanian ungkap kasus Novel

Komitmen Kabareskrim Polri memprioritaskan penuntasan kasus Novel tak dapat dijadikan ukuran.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 16 Des 2019 15:18 WIB
Kabareskrim Listyo Sigit diminta tunjukkan keberanian ungkap kasus Novel
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 389.712
Dirawat 62.649
Meninggal 13.299
Sembuh 313.764

Pernyataan Kabareskrim Polri, Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo, yang menyebut akan memprioritaskan penuntasan kasus teror  penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, disambut baik. Novel berharap Listyo Sigit mempunyai keberanian untuk mengungkap pelaku penyiram air keras tersebut.

“Semoga Allah berikan kemudahan, dan kelancaran, serta keberanian kepada kabareskrim yang baru atas itikad baiknya tersebut," kata Novel saat dihubungi Alinea.id di Jakarta, Senin (16/12).

Selain itu, Novel juga berharap bekas ajudan Presiden Joko Widodo itu dapat mengungkap pelaku dalam waktu dekat. "Semoga tidak berlama-lama lagi. Kita doakan saja," tutur Novel.

Terpisah, anggota tim kuasa hukum Novel Baswedan, Yati Andriyani, menganggap komitmen Kabareskrim Polri untuk memprioritaskan penuntasan kasus Novel tak dapat dijadikan ukuran Korps Bhayangkara dapat mengungkap pelaku sebenarnya.

"Mengingat, janji-janji akan menyelesaikan kasus ini sudah berulang, dan nyatanya nihil tanpa hasil," ujar Yati.

Menurut Yati, sudah banyak klaim yang dilontarkan pejabat publik terhadap kasus yang menimpa kliennya. Salah satunya pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebutkan kasus penyiram air keras sudah mengarah pada kesimpulan.

"Tetapi, sampai sekarang tidak jelas kesimpulan itu apa, temuannya apa. Jadi, jika polri baiknya segera saja sampaikan temuan dan kesimpulan penyidikan kasus ini, ketimbang hanya janji janji yang tak jelas hasilnya," ujar Yati.

Penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh dua pelaku tak dikenal usai melaksanakan salat Subuh di masjid tak jauh dari rumahnya pada 11 April 2017. Cairan kimia itu mengenai wajah Novel. Kejadian tersebut berlangsung cepat sehingga Novel tak sempat mengelak.

Sponsored

Sejak saat itu Novel menjalani serangkaian pengobatan untuk penyembuhan matanya. Dia harus beberapa kali bepergian dari Indonesia ke Singapura untuk menjalani pengobatan. Selama dua tahun delapan bulan kasus ini terjadi, pelaku lapangan dan intelektual belum terungkap.

Pada saat yang bersamaan, Polri berupaya mengungkap pelaku tersebut. Setidaknya, Korps Bhayangkara itu telah membentuk tiga tim khusus semasa Tito Karnavian menjabat sebagai Kapolri.

Tim pertama dibentuk pada 12 April 2017. Tim kedua, dibentuk pada 8 Januari 2019. Tim itu berfokus dalam bidang penyelidikan dan penyidikan. Tim tersebut merupakan buah dari rekomendasi atas hasil laporan tim pemantauan proses hukum Novel Baswedan yang dibentuk oleh Komnas HAM.

Kemudian, pembentukan tim ketiga yang disebut dengan tim teknis. Tim itu merupakan rekomendasi dari tim gabungan. Saat itu, Tito Karnavian mengeluarkan Surat Perintah Tugas (Sprint) pada tanggal 1 Agustus 2019. Meski demikian, hingga kini pelaku lapangan dan intelektual penyiram air keras Novel belum terungkap.

Berita Lainnya