sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kantor Anies dibanjiri karangan bunga kekecewaan PPDB DKI

Sebelum ada solusi orang tua siswa bakal terus geruduk balai kota.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 06 Jul 2020 16:58 WIB
Kantor Anies dibanjiri karangan bunga kekecewaan PPDB DKI
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 527.999
Dirawat 66.752
Meninggal 16.646
Sembuh 441.983

Karangan bunga berisi pesan kekecewaan dari orang tua murid berjejer di Balai Kota DKI Jakarta. Musababnya, para orang tua siswa kecewa dengan kebijakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI.

Karangan bunga dengan tulisan sindiran atas kebijakan PPDB yang dinilainya bermasalah dan tak adil. "Terima kasih kepada gubernur dan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI, kalian hancurkan kepercayaan anak didik dan psikologis mereka," begitu bunyi tulisan salah satu karangan bunga. 

Agung, salah satu wali murid yang datang ke balai kota menilai, seragam anak SMA ini mengatakan bahwa anaknya belum juga lolos seleksi PPDB DKI.

Menurut dia, keberatan mereka atas aturan ini tak digubris oleh Pemprov DKI. Karenanya, dia mengatakan, sebelum adanya solusi pihaknya bakal terus mendatangani kantor Gubernur DKI, Anies Baswedan.

Sponsored

"Kami sudah berkali kali melakukan aksi demonstrasi, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan apapun dari pemerintah terkait. Anies baswedan, sampai saat ini pun tidak ada pernyataan sikap tentang PPDB yang kisruh di 2020," kata dia di Jakarta, Senin (6/7).

Diketahui Disdik DKI, mengeluarkan kebijakan membuka jalur Zonasi Bina RW. Jalur tersebut, akan menyeleksi calon siswa sesuai dengan RW terdekat lokasi sekolah.

Agung menganggap, solusi yang diberikan tak mengakomodir seluruh siswa di Jakarta. "Untuk bina RW Pemprov DKI punya data tidak ? Berapa jumlah RW yang masuk dalam jumlah sekolah tersebut. Jujur saja di RW saya enggak ada SMA atau SMP. Zonasi bina RW enggak bisa mengcover," tandasnya.

Berita Lainnya