sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kapal China kembali ke Natuna, pemerintah diminta tegas

Diplomasi maupun strategi khusus pemerintah harus dioptimalkan.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Senin, 13 Jan 2020 14:24 WIB
Kapal China kembali ke Natuna, pemerintah diminta tegas

Pemerintah didesak memikirkan solusi dan alternatif jangka panjang soal konflik perairan Natuna. Desakan muncul setelah kapal-kapal China kembali merapat ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna Utara.

Desakan itu diungkapkan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/1). "Tapi ini saya rasa sudah disiapkan oleh pemerintah," ujar Dasco.

Menurutnya, ketegasan pemerintah dalam konteks diplomasi maupun strategi khusus harus dioptimalkan.

Dasco menyampaikan, DPR akan segera melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah dalam waktu dekat. Menurut Dasco, beberapa hal harus menjadi pembahasan, salah satunya masalah pertahanan dan keamanan laut.

Dasco mengakui, hingga kini persoalan pertahanan wilayah laut Indonesia masih perlu dievaluasi. Untuk itu, DPR mendorong Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk menambahkan kembali aramada-armada untuk menjaga kedaulatan di wilayah perairan.

"Kalau menurut informasi yang kami dapat memang persoalan pertahanan laut kita itu memang kapal-kapal yang sangat terbatas. Tapi walaupun dengan kapal terbatas, semangat juang TNI AL tetap tidak akan surut. Kita akan dorong Kemhan untuk memperbanyak armada karena dengan wilayah yang begitu luas, saya pikir perlu penambahan kapal laut," terang dia.

Secara pribadi, politikus Gerindra ini menyetujui jika anggaran Kemhan ditambah. Namun mekasnismenya perlu koordinasi dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Lebih jauh, DPR juga mendorong optimalisasi wewenang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) di wilayah ZEE. Pasalnya, seharusnya wilayah keamanan tersebut adalah tanggung jawab dua institusi itu.

Sponsored

"Saya juga akan pertanyakan nanti kepada Menteri KKP yang baru, kok bisa begitu. Kita akan lihat, ya kenapa di KKP selama ini kurang kapal-kapalnya. Saya akan pertanyakan itu nanti," tutupnya.

Sebelumnya, Sabtu (11/1), kapal China kembali nongol di ZEE Indonesia di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau saat KRI Usman Harun-359 bersama KRI Jhon Lie-358 dan KRI Karel Satsuitubun-356 melakukan patroli di perairan tersebut.

Berita Lainnya