sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kapolri Idham Aziz sowan ke Panglima TNI usai dilantik

Kunjungan Kapolri Idham Aziz ke kantor Panglima TNI untuk menjaga sinergitas dan meminta restu.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 01 Nov 2019 13:37 WIB
Kapolri Idham Aziz sowan ke Panglima TNI usai dilantik

Jenderal Pol Idham Aziz, mengunjungi kantor Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, setelah resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

Idham mengatakan kunjungannya ke kantor Panglima TNI untuk meningkatkan dan melanjutkan pemantapan kerja sama antara Polri dengan TNI. Menurutnya, ini sebagai bentuk sinergitas demi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh Indonesia.

Idham mengaku, dirinya merasa bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan kepadanya karena dipercaya oleh Presiden Jokowi menjabat sebagai orang nomor satu di instansi kepolisian. Karena dia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi.

“Saya mensyukuri nikmat yang Allah telah berikan kepada saya, untuk dipercaya bapak presiden mengemban amanah ini selaku Kapolri. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang telah mempercayakan kepada saya untuk menjalankan tugas ini sebagai Kapolri," ujar Idham.

Lebih lanjut, Idham mengatakan, Presiden Jokowi berpesan kepadanya untuk terus bekerja. Pesan itu disampaikan kepada Idham setelah ia dilantik di Istana Negara pada Jumat (1/11). “Bapak Presiden menyampaikan pesan kepada saya kerja, kerja dan kerja,” kata Idham.

Adapun terkait program kerja, Idham mengaku sudah menyampaikan hal itu dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR. "Kalau masalah program saya, saya sudah paparkan ketika 'fit and proper' sehingga secara cepat akan saya tindaklanjuti setelah saya serah terima dengan Bapak Mendagri yang rencana akan dilaksanakan tanggal 6 November, hari Rabu,” katanya.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol M Iqbal, mengatakan pertemuan antara Kapolri dan Panglima TNI adalah untuk menjalin sinergisitas. Selain itu pertemuan keduanya juga sebagai bentuk silaturahmi.

“Kebetulan juga, Bapak Kapolri adalah juniornya Bapak Panglima TNI. Tentunya sebagai budaya timur, terus budaya antara senior junior, sesama di akademi kepolisian akademi angkatan. Beliau pasti akan silahturahmi," kata Iqbal.

Sponsored

Iqbal menambahkan, kunjungan itu juga dimaksudkan Idham untuk meminta dukungan serta masukan untuk meningkatkan sinergitas.  "Ya, meminta katakanlah restu, juga support dan memohon masukkan bagaimana sinergitas TNI dan Polri yang sudah kuat, dikuatkan kembali. Intinya itu," tutur Iqbal.

Menurut Iqbal, kunjungan ke Mabes TNI adalah sesuatu yang penting dalam bekerja untuk menjaga keamanan agar tetap stabil. Oleh karenanya, kerja pertama sebagai Kapolri dijalani dengan melakukan kunjungan tersebut.

Seperti diketahui, DPR mengesahkan Idham Aziz menggantikan Tito Karnavian dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR, Puan Maharani, di Gedung DPR pada Kamis (31/10). Sebelumnya, Komisi III DPR secara aklamasi telah menyetujui Azis di posisi itu setelah melakukan uji kepatutan dan uji kelayakan pada Rabu (30/10), dimana dia menyampaikan visi dan misinya.

Idham Azis adalah lulusan Akademi Kepolisian pada 1988 yang jabatan terakhir dia sebelum ini adalah kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia dan pernah juga menjabat sebagai kepala Polda Metro Jaya. Ia tercatat pernah melumpuhkan dalang teror bom Bali, Dr Azahari, di Batu, Malang, Jawa Timur, pada 2005.

Saat itu, dia menjabat kepala Unit Riksa Subden Investigasi Densus Kepolisian Indonesia. Ia melaksanakan operasi yang dipimpin Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia (saat itu), Komisaris Jenderal Polisi Makbul Padmanegara itu itu bersama Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, serta Rycko Amelza Dahniel dan lainnya. Mereka pun mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Kepala Kepolisian Indonesia (saat itu), Jenderal Polisi Sutanto.