logo alinea.id logo alinea.id

Kapolri sebut rusuh di Papua dipicu hoaks 

Peristiwa kerusuhan dipicu kabar penangkapan 43 mahasiswa Papua di Surabaya.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Senin, 19 Agst 2019 14:37 WIB
Kapolri sebut rusuh di Papua dipicu hoaks 

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut peristiwa kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, dipicu hoaks yang menyebar di media sosial. Menurut Tito, salah satu hoak yang beredar mengabarkan terdapat mahasiswa Papua yang tewas dalam peristiwa pengamanan 43 mahasiswa Papua di asrama mahasiswa di Jalan Kalasan, Surabaya.

"Ada pihak-pihak yang mengembangkan informasi itu untuk kepentingan mereka sendiri. Ada pula hoaks orang Papua meninggal, padahal tidak," ujar Kapolri kepada wartawan usai membesuk korban penyerangan Mapolsek Wonokromo, di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (19/8). 

Seperti diberitakan, aksi unjuk rasa di Maknowari pagi tadi, Papua berujung rusuh. Pengunjuk rasa yang tersulut emosinya membakar gedung DPRD Manokwari. Unjuk rasa diketahui dipicu penangkapan terhadap puluhan mahasiswa asal Papua di Surabaya.  

Menurut Tito, warga Papua kian 'panas' karena mendengar kabar terlontarnya kata-kata tak etis yang menghina orang Papua saat peristiwa penangkapan. "Sehingga saudara kita Papua merasa terusik dengan bahasa seperti itu," ujar dia. 

Tito menyesalkan kerusuhan yang diwarnai insiden pembakaran di Papua. Menurut dia, hal tersebut tidak perlu terjadi. "Mereka (mahasiswa Papua) sudah lama belajar di Jatim, Jateng, Jakarta. Selama ini tidak ada masalah," tegasnya.

Tito menyampaikan bahwa kejadian terkait mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang hanya peristiwa kecil. Peristiwa itu sebetulnya sudah diselesaikan oleh Muspida setempat, baik oleh Gubernur Jatim maupun Pangdam V Brawijaya.

Lebih jauh, Kapolri meminta warga Papua agar tidak mudah terpancing kabar yang masih sumir. Di sisi lain, ia pun meminta agar warga Jatim dan Jateng agar memperlakukan orang Papua sebagai saudara sebangsa dan setanah air. 

"Warga papua adalah saudara sendiri. Jadi, komunikasi perlu dijalin dan masyarakat jangan terpancing, baik yang di Papua maupun di luar Papua. Jangan mau menjadi korban adu domba atau terpancing dengan informasi yang tidak benar," tuturnya.    
 

Sponsored