sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kasus BPJS Naker, penyidik telusuri pengendali transaksi saham

Penyidik periksa empat orang dekat petinggi BPJS Ketenagakerjaan periode 2020.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 24 Mar 2021 22:49 WIB
Kasus BPJS Naker, penyidik telusuri pengendali transaksi saham
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mendalami bukti adanya nomine dalam transaksi saham di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Ketenagakerjaan (BPJS Naker). Nomine tersebut akan membantu penyidik menemukan ada atau tidaknya pihak yang berperan sebagai pengendali transaksi saham di perusahaan tersebut.

"Dari hasil ekspose yang dilakukan, perlu pendalaman lagi untuk membuktikan ada atau tidak pihak yang mengendalikan transaksi saham ini. Nah, sekarang dicari apakah ada nomine. Kalau ada akan ketahuan di belakang itu siapa," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah kepada Alinea, Rabu (24/3).

Menurut Febrie, kasus tersebut dipastikan akan maju setelah dilakukannya gelar perkara (ekspose), serta persetujuan Jaksa Agung sanitiar (ST) Burhanuddin dan jaksa agung Muda Tindak Pidana Khusus, Ali Mukartono.

Dalam rangka mencari nomine dan pihak pengendali transaksi saham itu, hari ini penyidik memeriksa empat orang dekat petinggi BPJS Ketenagakerjaan periode 2020. Empat orang itu berinisial ER, FRB, MI, dan YS.

Sponsored

"Saksi yang diperiksa hari ini adalah kerabat dekat Direktur Pengembangan Saham BPJS Ketenagakerjaan," tutur Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan resminya.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Kejagung menaikan status penyidikan untuk kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan. Penyidik pada Senin (18/1) melakukan penggeledahan di kantor BPJS Ketenagakerjaan dan menyita sejumlah dokumen.

Dalam proses penyidikan, ditemukan adanya kerugian senilai Rp20 triliun dalam pengelolaan dana nasabah. Investasi yang diduga terindikasi merugi tersebut adalah reksa dana dan saham.

Setelah mereka meniup peluit...

Setelah mereka meniup peluit...

Kamis, 22 Apr 2021 16:48 WIB
Memutus belenggu generasi sandwich

Memutus belenggu generasi sandwich

Kamis, 22 Apr 2021 14:25 WIB
Burma dan saga biksu-biksu revolusi

Burma dan saga biksu-biksu revolusi

Rabu, 21 Apr 2021 17:33 WIB
Berita Lainnya