sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kasus Covid naik, jangan abaikan PPKM dan prokes

Namun setelah lebih dari sepekan PPKM, kasus Covid-19 belum bisa direm. Apa masalahnya?

Hermansah
Hermansah Selasa, 19 Jan 2021 23:40 WIB
Kasus Covid naik, jangan abaikan PPKM dan prokes
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Masyarakat diimbau terus menjalankan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan protokol kesehatan. Sebab, kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus naik.

Pemerintah memberlakukan PPKM di Jawa-Bali mulai 11-25 Januari merespons semakin tingginya kasus Covid-19 di Indonesia. Pembatasan berlaku di beberapa wilayah yang memenuhi kriteria yang sudah pemerintah tetapkan.

Namun setelah lebih dari sepekan PPKM, kasus Covid-19 belum bisa direm. Apa masalahnya?

"Kasus Covid-19 itu meningkat banyak karena masyarakatnya memang abai terhadap protokol kesehatan," kata pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono kepada wartawan, Selasa (19/1).

Menurut Tri Yunis, PPKM yang sekarang berlaku masih skala ringan. Kalau melihat kondisi saat ini, Tri Yunis menilai perlu PPKM skala berat. Per 18 Januari, kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 917.015. 

"Kalau berat itu lockdown, kalau sedang itu PSBB dengan pembatasan sosial yang tinggi, pembatasan sosial bekerja, semuanya harus dibatasi," ujar Tri Yunis.

Menurut dia, pembatasan jumlah pekerja masih perlu. Bahkan Tri Yunis mengusulkan pegawai yang masuk kerja harus di bawah 25%. Dia berharap semua kalangan disiplin menerapkan kebijakan dari pemerintah dan protokol kesehatan. Kalau tidak, kasus positif akan terus meningkat.

"PPKM ini sudah benar. Tetapi jika tidak PSBB sedang atau berat, kasusnya akan terus meningkat. Jadi, pemerintah harus serius PSBB sedang atau berat," tegas Tri Yuni.

Sponsored

Epidemiolog Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Riris Andono Ahmad mengatakan, meningkatnya kasus positif Covid-19 bisa karena masyarakat tidak disiplin menerapkan PPKM dan protokol kesehatan. "Bisa kombinasi dari itu," tutur Riris.

Mobilitas masyarakat harus dikurangi untuk menekan kasus positif Covid-19. "Mobilitas adalah faktor utama penularan. Agar penularan menurun mobilitas harus dikurangi," kata Riris.

Berita Lainnya