sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kasus Jiwasraya, Kejagung periksa 3 direktur perusahaan swasta

Dua direktur diperiksa untuk kesaksian tersangka Piter Rasiman.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 25 Nov 2020 20:52 WIB
Kasus Jiwasraya, Kejagung periksa 3 direktur perusahaan swasta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa tiga direktur perusahaan swasta dalam perkara tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ketiganya diperiksa sebagai saksi.

Ketiga direktur itu adalah Direktur Utama PT Utama Daya Kapital, Wijaya Mulya; Direktur PT Utama Daya Kapital, Krisanwati Purnaningrum; dan Direktur Utama PT Tresure Fund Investama, Dwinanto Anggoro.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono, menyatakan, dua saksi dari PT Utama Daya Kapital diperiksa untuk tersangka Direktur PT Himalaya Energi, Piter Rasiman. Sedangkan Dwinanto diperiksa mewakili PT Tresure Fund Investama yang sudah ditetapkan sebagai tersangka korporasi.

"Ketiga saksi diperiksa karena diduga mengetahui tentang jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya di BEI (Bursa Efek Indonesia)," tuturnya dalam keterangan resminya, Rabu (25/11).

Menurut Hari, penyidik masih mempersiapkan penyelesaian berkas perkara ke-13 tersangka korporasi sampai saat ini. Namun, telah memiliki target pelimpahan tahap kedua.

"Masih proses, ya (pemberkasannya)," ucapnya.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus Kejagung menetapkan tersangka Piter pada 12 Oktober 2020. Tim penyidik langsung menahannya di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan.

Piter diduga dengan sengaja bekerja sama dengan dua terdakwa sebelumnya membuat perusahaan yang digunakan untuk "menggoreng" saham Jiwasraya. Perusahaan tersebut dulu bernama PT HD Capital.

Sponsored

Dirinya dikenakan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Berita Lainnya

Urgensi masyarakat patuhi larangan mudik Lebaran

Minggu, 18 Apr 2021 18:32 WIB

Pakar dukung penegakan aturan larangan mudik

Jumat, 16 Apr 2021 08:15 WIB

3 Cara hubungkan kontroler Xbox ke PC

Senin, 19 Apr 2021 15:20 WIB