sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kasus Wahyu Setiawan diyakini berimbas pada Pilkada 2020

Lantaran memengaruhi citra penyelenggara "pesta demokrasi".

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Senin, 13 Jan 2020 19:58 WIB
Kasus Wahyu Setiawan diyakini berimbas pada Pilkada 2020

Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, diyakini, berimbas terhadap pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Lantaran memengaruhi citra penyelenggara "pesta demokrasi" di mata publik.

"Ini mulai memunculkan pertanyaan. Terutama di kalangan publik dan juga teman-teman. Terutama para kandidat. Ini bisa dipercaya tidak teman KPU soal rekrutmen penyelenggara?" ujar Wakil Ketua Komisi II DPR, Arwani Thomafi, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/1).

Hal tersebut menjadi peringatan bagi KPU. Agar segera berbenah dan memberikan semangat integritas kepada penyelenggara dan peserta di daerah.

Di sisi lain, dia tak mempersoalkan adanya kedekatan antara komisioner KPU dengan partai politik. Lantaran bersinggungan langsung melalui kontestasi politik.

"Komisioner, siapa pun itu, akrab dengan politisi, tetapi harus dalam koridor proporsi yang memang dibenarkan oleh aturan undang-undang," tuturnya.

Karenanya, menurut politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, kasus Wahyu bukan dilatarbelakangi afiliasinya dengan partai. Namun, murni penyelewengan terhadap regulasi.

KPK mencocok Wahyu melalui operasi senyap di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (8/1). Diduga terkait perkara suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR.

Bekas Ketua KPU Banjarnegara itu kini berstatus tersangka. Disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sponsored
Berita Lainnya