sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kejagung 'banjir'protes pemblokiran aset

Perusahaan yang protes atas pemblokiran bergerak di bidang pasar modal.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 14 Feb 2020 17:31 WIB
Kejagung 'banjir'protes pemblokiran aset

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menerima protes dari puluhan orang yang merasa dirugikan atas pemblokiran aset yang diduga berkaitan dengan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengungkapkan, pihak-pihak yang merasa keberatan memang akan diperiksa terlebih dahulu untuk selanjutnya dianalisa keterkaitannya. Hari ini pun, penyidik memanggil 20 pihak yang merasa keberatan.

"Hari ini 20 orang yang komplain diperiksa dan Senin 50 orang, jadi ada 70 orang," kata Febrie di Komplek Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (14/2).

Dijelaskan Febrie, pihak-pihak tersebut merasa keberatan atas pemblokiran atas nama perusahaan yang bergerak di bidang pasar modal. "Yang jelas dia terkait dengan pasar modal," ucap Febrie.

Sponsored

Seperti diketahui, penyidik telah melakukan pemblokiran rekening efek sekitar 800. Hingga saat ini jumlah total isi rekening efek itu masih dalam penghitungan.

Dalam kasus korupsi PT Jiwasraya (Persero), penyidik Kejaksaan Agung menetapkan enam tersangka, yakni Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartomo Tirto. Seluruhnya ditahan di rutan yang berbeda.

Kejagung juga telah melakukan penyitaan sejumlah aset tersangka, seperti sertifikat tanah, kendaraan mewah, deposito, dan rekening untuk mengembalikan kerugian negara dalam kasus ini. Diperkirakan kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp13,7 triliun. Tim penelusuran aset juga masih melakukan pelacakan aset di luar negeri yang diduga sengaja disembunyikan tersangka.

Berita Lainnya