sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kejagung buka peluang rampas korporasi dalam kasus ASABRI

Perampasan korporasi akan dilakukan apabila dalam sebuah perusahaan yang disita, kepemilikan saham tersangka mendominasi.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 11 Jun 2021 10:53 WIB
Kejagung buka peluang rampas korporasi dalam kasus ASABRI

Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka peluang perampasan perusahaan beserta seluruh asetnya dalam kasus dugaan korupsi PT ASABRI (Persero).

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Ali Mukartono, menjelaskan, langkah tersebut pernah dilakukan dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dalam kasus ASABRI, hal itu tengah didalami dengan syarat tertentu.

"Bisa dilakukan apabila kepemilikannya mendominasi, seperti di Jiwasraya itu, kan, tambang milik tersangka HH (Heru Hidayat) kepemilikannya 51%," ujarnya kepada Alinea, Jumat (11/6).

Dalam kasus ASABRI ini, menurut Ali, juga terdapat empat tambang yang asetnya disita. Namun, besaran kepemilikan sahamnya belum dipastikan didominasi oleh tersangka Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro.

"Kalau ASABRI belum (dipatikan penyitaan perusahaan), mesti dilihat dulu ada milik orang lain atau tidak," ucapnya.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), negara ditaksir merugi hingga Rp22 triliun dalam kasus dugaan korupsi PT ASABRI. Sejauh ini, penyidik baru menyita aset senilai Rp13 triliun untuk mengembalikan kerugian negara itu.

Penyidik juga telah melalakukan pelelangan terhadap aset berupa kendaraan dari hasil sitaan tersangka kasus ASABRI. Aset tersebut dilelang lebih dahulu karena mengalami kerusakan yang mengakibatkan penurunan nilai apabila didiamkan terlalu lama dan nilai perawatan tinggi.

Di sisi lain, sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Dirut ASABRI 2011-2016, Adam Rahmat Damiri; Dirut ASABRI 2016-2020, Sonny Widjaja; Heru Hidayat; Benny Tjokrosaputro; Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi; eks Direktur Investasi ASABRI, Hari Setiyono; mantan Direktur Keuangan ASABRI, Bachtiar Effendy; bekas Kepala Divisi Investasi ASABRI, Ilham W. Siregar; dan Dirut PT Jakarta Emiten Investor Relationship, Jimmy Sutopo.

Sponsored

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Sabtu, 12 Jun 2021 08:10 WIB
Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Jumat, 11 Jun 2021 07:19 WIB
Berita Lainnya