sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kejagung dan Bareskrim gelar perkara kasus kebakaran

Gelar perkara dilakukan di Kejagung.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 21 Okt 2020 15:53 WIB
Kejagung dan Bareskrim gelar perkara kasus kebakaran
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) akan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejagung.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Awi Setiyono, mengatakan, gelar perkara akan dilakukan di Kejagung Rabu (21/10), pukul 15.30 WIB. Namun, belum dapat memastikan apakah pengumuman tersangka bakal langsung dilakukan.

"Sore ini, pukul 15.30 WIB, akan dilakukan ekspos bersama jaksa peneliti di Kejagung," ucapnya dalam konferensi pers secara daring, beberapa saat lalu.

Sebelum melakukan gelar perkara, penyidik telah melakukan pemeriksaan puluhan saksi. Sejumlah bukti mengarah kepada calon tersangka pun diklaim telah dikantongi penyidik.

Sponsored

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Listyo Sigit, sebelumnya menyatakan, Pusat laboratorium forensik (Puslabfor), Inafis, dan penyidik telah melakukan enam kali olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa 131 saksi. Usai dinaikan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan, penyidik memberlakukan Pasal 187 tentang kebakaran dengan ancaman hukuman 12-15 tahun dan/atau Pasal 188 KUHP tentang kebakaran dan maksimum hukuman lima tahun bagi para pelaku.

Dari enam kali olah TKP, dibeberkan Sigit, ditemukan sejumlah barang bukti berupa rekaman CCTV, kabel, abu arang, kayu sisa kebakaran, jeriken berisi cairan pembersih, kaleng bekas lem, terminal bontat, dan gas limet yang disimpan di gudang cleaning service. Penyidik juga menemukan bukti adanya pekerja yang sejak siang hingga sore melakukan renovasi di lantai enam, lokasi awal munculnya api. Bahkan, saat kebakaran, seseorang berusaha memadamkan api.

Hasil uji Labfor pun menunjukkan, api berawal bukan dari korsleting listrik. Namun, cepat menyembar karena terdapat unsur-unsur mudah terbakar dalam bahan bangunan.

Berita Lainnya