sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kejagung kembali tunda penetapan tersangka baru kasus Jiwasraya

Kejagung bantah penetapan tersangka baru kasus Jiwasraya alot.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 24 Jun 2020 18:12 WIB
Kejagung kembali tunda penetapan tersangka baru kasus Jiwasraya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.314.634
Dirawat 157.705
Meninggal 35.518
Sembuh 1.121.411

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali mengundur pengumuman penetapan tersangka baru kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Padahal sebelumnya, rencananya pengumuman itu akan dilakukan pada Senin (22/6), lalu diundur Rabu (24/6) sore ini. Namun batal digelar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono menyebut kemungkinan pengumuman tersangka Jiwasraya dilaksanakan esok (25/6).

Hari pun membantah pengunduran kembali itu lantaran terjadinya perdebatan di dalam internal Kejagung. Ia meyakini tim penyidik Kejagung sudah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) diikuti dengan penetapan para tersangka Jiwasraya tersebut.

Hari mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih menunggu instruksi dari Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejagung untuk mengumumkan tersangka baru tersebut.

"Tidak alot kok, kita tunggu saja besok pasti akan diumumkan," tutur Hari dalam konferensi pers, Rabu (24/6).

Ia tidak membeberkan alasan apa yang menyebabkan adanya penundaan pengumuman tersangka itu. "Tunggu saja ya, ikuti perkembangannya," ujar Hari.

Ditambahkan Hari, terkait dengan aset sitaan yang berjumlah Rp17 triliun, penyidik memastikan aset itu berkemungkinan mengalami penyusutan nilai. Oleh karenanya, penyidik tetap akan melakukan tracing aset para tersangka.

Sponsored

"Aset ada yang bisa turun nilainya karena fluktuatif nilai uang. Mobil bisa turun atau tanah bisa naik," ucapnya.

Dalam kasus korupsi PT Jiwasraya (Persero), penyidik Kejaksaan Agung menetapkan enam tersangka, yakni Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartomo Tirto.

Para tersangka tersebut kini tengah menjalani rangkaian sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Berita Lainnya