sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kejagung pasang pelang sita di tanah Benny Tjokro

Pemasangan pelang di tanah milik tersangka Benny Tjokrosaputro tetap dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 02 Apr 2020 22:40 WIB
Kejagung pasang pelang sita di tanah Benny Tjokro
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Tim penelusuran aset Kejaksaan Agung tetap melakukan pemasangan pelang sita pada tanah milik tersangka dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Pemasangan dilakukan sejak Rabu (1/4) hingga Kamis sampai hari ini.

"Sejak Rabu 01 April 2020 kemarin, tim penyidik juga telah mulai melaksanakan kegiatan pemasangan tanda penyitaan atas sebagian tanah Hak Guna Bangunan (HGB) yang disita dari dan diduga milik Tersangka BT (Benny Tjokrosaputro) sebanyak 340," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono melalui keterangan tertulis yang diterima Alinea.id di Jakarta, Kamis (2/4).

Hari menyatakan, pemasangan tanah tersebut berdasarkan Surat Izin Penyitaan dari Pengadilan Negeri Cibinong Nomor : 10/Pen.Pid/2020/PN.Cib tanggal 09 Maret 2020.

Menurut Hari, dari ratusan tanah tersebut tak satu pun yang tercatat dalam surat kepemilikan atas nama Benny Tjokrosaputro, melainkan atas nama perusahaan. Namun, penyidik telah memastikan tanah tersebut berkaitan dengan kejahatan yang dilakukan Benny Tjokrosaputro dalam kasus dugaan korupsi di Jiwasraya.

"196 HGB atas nama PT Candra Tribina, 77 HGB atas nama PT Putra Marga Tapa, dan 67 HGB atas nama PT Smart Rexa Kharisma," ucap Hari.

Dalam kasus korupsi PT Jiwasraya (Persero), penyidik Kejaksaan Agung telah menetapkan enam tersangka. Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK, kasus ini telah menyebabkan kerugian negara senilai Rp16,9 triliun. Kemudian, BPK juga menyebut nilai aset para tersangka yang telah disita mencapai Rp13,1 triliun.

Penyidik telah melakukan pelimpahan berkas tiga tersangka pada Senin (9/3) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Berkas tiga tersangka yang dilimpahkan adalah milik Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo, dan Syahmirwan.

Sponsored
Berita Lainnya