sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Keluarga korban Sriwijaya tunda pengambilan jenazah

Mereka berharap seluruh bagian tubuh ditemukan dan dikumpulkan.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 13 Jan 2021 10:16 WIB
Keluarga korban Sriwijaya tunda pengambilan jenazah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Tim Disaster Victim Identification (DVI) hingga kini belum menyerahkan empat jenazah koban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 yang telah teridentifikasi. Ini dilakukan karena adanya permintaan dari pihak keluarga korban untuk menunggu seluruh proses identifikasi selesai.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono, menyebut, keluarga berharap masih adanya bagian tubuh lain yang teridentifikasi. Sehingga, jenazah baru akan diambil saat seluruh bagian tubuh ditemukan dan dikumpulkan.

"keinginan dari keluarga adalah karena proses rekonsiliasi masih berjalan, maka dimungkinkan body part para korban ini bisa lebih banyak ditemukan, sehingga keluarga menginginkan yang sudah ditemukan disimpan dulu. Mungkin apabila ada penambahan-penambahan, itu akan menjadi bagian yang ditambahkan," katanya dalam telekonferensi dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (13/1).

Rusdi menambahkan, RS Polri pada dasarnya telah menyiapkan kapan saja empat jenazah itu dapat diserahkan. 

"Tim menghormati dan menghargai daripada keinginan keluarga dan pada sisi lain tentunya kami ingin berikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh keluarga korban, sehingga hal ini bisa menjelaskan pertanyaan di publik setelah teridentifikasi mengapa belum diserahkan," ucapnya.

Keempat jenazah korban yang berhasil teridentifikasi, yakni atas nama Okky Bisma, Khasanah, Fadli Satrianto, dan Asy Habul Yamin. Keempatnya berhasil diidentifikasi berdasarkan 12 titik sidik jari yang cocok dengan data kependudukan.

Pesawat Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak call sign SJ-182 sempat hilang kontak beberapa saat usai lepas landas, Sabtu (9/1), pukul 14.40 WIB. Kontak terakhir ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, di 11 Nm north CGK, pukul 07.40 UTC dan di ketinggian passing 11.000 feet on climb to 13.000 feet.

Belakangan diketahui pesawat, yang mengangkut sekitar 62 orang, mengalami kecelakaan. Dikabarkan terjatuh di perairan Kepulauan Seribu, di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Sponsored
Berita Lainnya