sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kematian Bahrun Naim bukan akhir ancaman teror

Polri menyatakan tidak menerima laporan meninggalnya Bahrun Naim secara resmi.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 11 Sep 2018 14:08 WIB
Kematian Bahrun Naim bukan akhir ancaman teror

Informasi kematian Pentolan Islamic State of Iran and Syria (ISIS) Bahrun Naim yang disampaikan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS) kepada Menhan Indonesia, Ryamizard Ryacudu, disebut bukan akhir dari aksi teror di Indonesia. Pengamat terorisme Zaki Mubarak mengatakan sampai saat ini masih banyak jihadis-jihadis yang berpotensi melakukan berbagai serangan terorisme.

"Nilai informasi dari Menhan AS ini lebih credible dibandingkan info-info atau rumor-rumor sebelumnya," kata Zaki kepada Alinea, Selasa (11/9).

Zaki mengatakan kematian Bahrun sulit dibuktikan melalui jasadnya. Hal itu dikarenakan pria kelahiran 1983 itu mati saat serangan oleh pasukan AS. Selain itu, medan pertempuran di Suriah juga menjadi alasan lain sulitnya pembuktian kematiannya.

Terkait ISIS sendiri, Zaki mengatakan kelompok militan itu sudah terusir dari markasnya di Hawija Irak dan Deir Az Zur Suriah. Dengan begitu, tak menutup kemungkinan para pengikutnya menyebar ke berbagai negara termasuk ke Indonesia.

Di sisi lain, Pengamat terorisme Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Roby Sugara mengatakan pemerintah AS memiliki alasan tersendiri untuk tidak memulangkan jasad pria bernama lengkap Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo itu. Jenazah itu akan ditafsirkan berbagai macam oleh pendukung Bahrun di Indonesia.

"Jenazah kalau dikembalikan, akan dibekukan dulu sebelum dipulangkan. Kemudian, saat tiba di kediamannya, jenazah itu akan segar kembali dan wangi. Hal itu akan ditafsirkan yang aneh-aneh oleh pendukung di negara asalnya," ucapnya.

Apalagi, sosok Bahrun memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kelompok teror Jamaah Ansharut Daullah (JAD) dan ISIS Indonesia. Indonesia dianggap hanya bisa mengandalkan informasi dari pemerintah AS untuk membuktikan kebenaran kematian Bahrun.

Belum terima laporan

Sponsored

Sementara itu, Polri menyatakan tidak menerima laporan meninggalnya Bahrun Naim secara resmi. Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan tidak akan langsung memercayai informasi tersebut.

Apalagi, kabar meninggalnya Bahrun bukan sekali ini saja berembus. "Kami tidak bisa langsung percaya begitu saja. Sudah berkali-kali info kematian Bahrun, jadi jangan percaya dulu," ujarnya, Senin (10/9).

Dia menegaskan, Polri memiliki jalur tersendiri untuk menyelidiki kebenaran atas kematian Bahrun. Salah satunya, bekerja sama dengan instansi terkait seperti prosedur yang ada.

"Kami pastikan ke Kementerian Luar Negeri terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya. Ada prosedurnya sendiri," ucapnya.

Bahrun Naim adalah dalang aksi bom Thamrin pada Januari 2016. Bahrun diketahui sudah bergabung dengan ISIS sejak lama dan menjadi orang di balik layar atas beberapa aksi teror di Indonesia. Ia juga diduga sebagai perekrut dan pelatih aktor-aktor serangan teror di beberapa daerah.

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Rabu, 20 Nov 2019 19:35 WIB
Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Selasa, 19 Nov 2019 21:07 WIB