sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenag segera terapkan kurikulum PAI baru

Kebijakan kurikulum PAI baru Kemenag diberlakukan serentak.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Sabtu, 11 Jul 2020 06:57 WIB
Kemenag segera terapkan kurikulum PAI baru
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 115056
Dirawat 37618
Meninggal 5388
Sembuh 72050

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggunakan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab untuk pelajaran 2020/2021 mulai 13 Juli mendatang.

Kebijakan baru Kemenag tersebut berlaku untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), maupun Aliyah (MA). 

“Mulai tahun pelajaran 2020/2021, pembelajaran di MI, MTs, dan MA akan menggunakan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab,” ujar Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, A Umar di Jakarta, Jumat (10/7).

Kemenag, jelas Umar, telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 183 tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab di Madrasah. Selain itu, diterbitkan juga KMA 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.

Kedua KMA ini, sambung Umar, akan diberlakukan secara serentak pada semua tingkatan kelas pada tahun pelajaran 2020/2021.

 “KMA 183 tahun 2019 ini akan menggantikan KMA 165 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah,” ujar Umar.

Untuk itu, KMA 165 tahun 2014 tidak berlaku lagi untuk tahun ini. Meski demikian, mata pelajaran dalam pembelajaran PAI dan Bahasa Arab pada KMA 183 Tahun 2019 sama dengan KMA 165 Tahun 2014.

Mata pelajaran itu mencakup Quran Hadist, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab. “Jadi beda KMA 183 dan 165 lebih pada adanya perbaikan substansi materi pelajaran karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan abad 21,” bebernya.

Sponsored

Dia menambahkan, Kemenag juga sudah menyiapkan materi pembelajaran PAI dan Bahasa Arab yang baru ini sehingga baik guru dan peserta didik tidak perlu untuk membelinya. 

"Buku-buku tersebut bisa diakses dalam website e-learning madrasah,” pungkasnya.

Ada Mbah Dukun sedang jualan di medsos...

Ada Mbah Dukun sedang jualan di medsos...

Minggu, 02 Agst 2020 16:26 WIB
Berita Lainnya