sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kemendikbud pastikan UN dihapus meski ganti menteri

Kemendikbud sudah menyiapkan kajian untuk menetapkan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Sabtu, 14 Des 2019 15:43 WIB
Kemendikbud pastikan UN dihapus meski ganti menteri
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal menghapus Ujian Nasional mulai 2021. Nantinya, sekolah akan menentukan kelulusan siswa dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga Mardiana mengatakan, sistem baru ini akan terus berjalan meskipun terjadi pergantian menteri di Kemendikbud.

"Kami bersama-sama dengan Komisi X (DPR) akan memastikan bahwa ini merupakan kebijakan. Nanti bersama Komisi X akan merumuskan bersama-sama grand design yang bisa menjadi tolak ukur atau titik tolak untuk melakukan perubahan-perubahan pendidikan ke depan," kata Ade, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12).

Menurut Ade, pihaknya sudah menyiapkan kajian untuk menetapkan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Dia menyebut, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPR, Kamis (12/12) lalu, Menteri Nadiem sudah menyampaikan lima gagasan pokok.

Sponsored

Kelima gagasan itu ialah sektor perkembangan karakter, deregulasi dan debirokratisasi, mengembangkan inovasi atau entrepreneusip, ciptakan lapangan pekerjaan, serta pemberdayaan teknologi.

Sementara itu, lanjut Ade, yang menentukan kelulusan siswa ke depannya ialah pihak sekolah.

"Nah, kalau untuk kelulusan itu, kami serahkan di sekolah, yang itu penganti UN," kata dia.

Ade mengatakan, tujuan sekolah menentukan kelulusan siswa tak lain demi melihat kualitas pendidikan secara komprehensif. Peserta didik dapat mengembangkan potensi-potensi dalam dirinya, yang nantinya dapat diterapkan lansung dalam kehidupan.

"Contoh anak-anak yang punya standar seni, matematika, sains, dan sebagainya. Sesuai bidangnya masing-masing. Ketika di dunia kerja, mereka bisa menjadi konten kreator, pebisnis, sehingga mereka bisa menjadi apa saja," jelasnya.

Berita Lainnya