sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemendikbud: Guru harus jadi inspiring teacher untuk awali PTM

Ada beberapa metode yang perlu diterapkan oleh para guru untuk menjadi sosok inspiring teacher jelang dimulainya tatap muka di Januari 2021.

Andi Adam Faturahman
Andi Adam Faturahman Selasa, 15 Des 2020 14:23 WIB
Kemendikbud: Guru harus jadi inspiring teacher untuk awali PTM
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikkan Pendidikan Menengah dan Pendidikkan Khusus (GTK Dikmen Diksus) Yaswardi mengatakan, semakin lama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tidak terjadi, maka akan semakin besar dampak negatif yang terjadi pada anak-anak. 

“Kita juga perlu mempertimbangkan, apabila pembelajaran tatap muka tidak dilaksanakan, anak-anak akan mengalami kejenuhan. Kondisi seperti itu akan membuat demotivasi sehingga anak kita hilang atau tidak ada semangat,” ungkapnya dalam video conference yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube GTK Dikmen Diksus TV pada Selasa (15/12).

Yaswardi juga menyatakan, dampak negatif seperti ancaman putus sekolah, kendala tumbuh kembang anak, serta tekanan psikososial dan kekerasan di dalam rumah tangga yang akan semakin marak terjadi.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, ia menyarankan kepada semua guru, mulai dari jenjang sekolah dasar-menengah untuk menjadi sosok inspiring teacher, dalam kondisi apa pun juga, guna mengembalikan semangat dan gairah para anak-anak, agar siap memulai rencana pembelajaran tatap muka di Januari 2021.

Sponsored

Kemudian, Yaswardi menjelaskan beberapa metode yang perlu diterapkan oleh para guru untuk menjadi sosok inspiring teacher. Diawali dengan perlunya memberikan empati bagi para murid, mengingat pada kesempatan ini mereka sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Lalu, mengembangkan kemampuan bahasa verbal, dan menyapa para murid dengan komunikasi yang positif serta pendekatan lebih mendalam. Serta rasa untuk saling menghargai dan menghormati, mengingat kondisi mereka yang sangat perlu akan kasih sayang.

Selain itu, perlunya membangun perilaku dan mental positif kepada para murid guna memberikan penguatan-penguatan dan relaksasi dalam menyesuaikan diri memulai pembelajaran tatap muka. 

“Di awal pembelajaran perlu ada membentuk penguatan-penguatan informasi tentang psikososial kepada anak-anak kita. Jadi tidak langsung dilakukan pembelajaran, tetapi ada informasi-informasi psikososial sekaligus relaksasi, sehingga satu sampai dua hari anak-anak kita itu lebih banyak mendapatkan informasi-informasi bagaimana penyesuaian pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan Januari 2021,” sambung Direktur GTK Dikmen Diksus tersebut.

Berita Lainnya