sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kemenhub galang dana Rp1,5 miliar untuk pemulihan di Wamena

Sumbangan itu dikumpulkan dari direktorat-direktorat di Kemenhub, serta perusahaan transportasi yang ada di bawah Kemenhub.

Fandy Hutari
Fandy Hutari Minggu, 13 Okt 2019 10:32 WIB
Kemenhub galang dana Rp1,5 miliar untuk pemulihan di Wamena

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggalang dana hingga Rp1,5 miliar untuk membantu korban kerusuhan Wamena dan mendukung pemulihan wilayah itu, setelah kerusuhan pada 23 September 2019 yang merenggut lebih dari 30 jiwa dan menyebabkan kerusakan banyak bangunan rumah, tempat usaha, dan fasilitas umum.

Sumbangan dana senilai Rp1,5 miliar tersebut dikumpulkan dari direktorat-direktorat di Kemenhub, serta perusahaan transportasi yang berada di bawah koordinasi Kemenhub.

"Saya bersama ikatan alumni ITS, ikatan alumni Uncen, dan Kagama (Keluarga Alumni Gadjah Mada) bersilaturahmi, bertemu di sini dengan teman-teman dari Papua secara kekeluargaan, membuat jalan pagi, dan lakukan sesuatu kegiatan bersama berjudul ‘Kitorang Basodara’," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (13/10).

Budi menyatakan, kementeriannya siap memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai, logistik, atau pun jasa transportasi untuk mendukung upaya pemulihan pascakerusuhan di Wamena.

"Kami akan bicara dengan Pak Gubernur, Pak Bupati, apa yang dibutuhkan kalau mereka butuh sesuatu karena kami juga punya kemampuan untuk mengangkut," kata Budi.

Kemenhub bersama dengan Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Ikatan Alumni Universitas Cendrawasih, dan Keluarga Alumni Gadjah Mada mengadakan aksi solidaritas untuk Papua bertajuk “Kitorang Basodara”.

Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani dan sejumlah bupati dari Provinsi Papua dan Papua Barat, yang akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Perhubungan.

"Ini sesuatu yang baik, diawali kegiatan yang diinisiasi ikatan alumni Kagama, ITS, dan juga Uncen pada pagi hari ini sangat baik untuk membangun kebersamaan. Ini sebuah kerja sama yang ingin dibangun untuk ke depan kita bersinergi untuk Indonesia," kata Mohamad Lakotani.

Aksi solidaritas “Kitorang Basodara” dimulai dengan senam bersama, disusul jalan sehat dengan iringan marching band Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) dan musisi dari Papua. (Ant).