sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenkes kembali deteksi varian baru Covid-19 di Indonesia

Temuan tersebut dideteksi pada dua pekerja migran asal Jatim yang bekerja di Malaysia.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 17 Mei 2021 13:54 WIB
Kemenkes kembali deteksi varian baru Covid-19 di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendeteksi adanya dua kasus varian baru Covid-19 asal Inggris (B117) dan Afrika Selatan (B1351). Keduanya ditemukan di Jawa Timur (Jatim) pada pekan lalu.

"Setiap minggu ada mutasi baru. Minggu lalu, kita ketemu dua lagi mutasi baru. Dua-duanya terjadi di Jawa Timur (Jatim), dua-duanya (pasien) merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia," ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam telekonferensi, Senin (17/5).

Temuan tersebut bukan yang pertama. Berdasarkan data Kemenkes pada 4 Mei, terdeteksi 10 kasus B117 di berbagai daerah, bahkan ada warga yang meninggal dunia di Bali pada 16 Februari lalu karena terpapar varian B1351.

Kemenkes pun mengimbau kepala daerah hingga pangdam dan kapolda memastikan protokol kesehatan (prokes) dilaksanakan, khususnya pemakaian masker. Selain itu, menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro diiringi peningkatan pengetesan (testing) dan pelacakan (tracing).

Pemerintah memprediksi terjadi kenaikan kasus Covid-19 hingga 90% pascalibur Idulfitri 1442 Hijriah. Sejumlah upaya antisipasi pun telah dilakukan, seperti menyediakan 70.000 tempat tidur (TT) isolasi pasien terkonfirmasi.

Hingga kini, ungkap Budi, tingkat keterisiannya baru 20.000 TT. "Masih ada cadangan sebanyak 50.000 atau 250%."

Selain itu, menyiapkan 7.500 TT ICU untuk pasien Covid-19. Hingga kemarin (Minggu, 16/5), sebanyak 2.500 TT di antaranya telah terisi.

"Jadi, kita masih memiliki kapastitas tambahan sekitar 200% dari tingkat keterisian sekarang," katanya. "Mudah-mudahan pasca-Lebaran kenaikannya tidak setinggi itu sehingga cadangan ruangan tempat tidur ICU/isolasi tidak usah sampai penuh," ujarnya.

Sponsored

Kemenkes juga mengklaim telah menyediakan obat-obatan dan tenaga kesehatan (nakes) yang cukup untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Berita Lainnya