sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenkes konfirmasi 2 kasus varian baru Covid-19 Inggris

"Ini fresh from the oven. Baru tadi malam ditemukan," ungkap Wamenkes, Dante Saksono Harbuwu.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 02 Mar 2021 13:12 WIB
Kemenkes konfirmasi 2 kasus varian baru Covid-19 Inggris
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi adanya dua kasus varian baru Covid-19 dari Inggris di Indonesia. Penemuan tersebut terdeteksi pada Senin (1/3) malam.

"Satu tahun yang lalu, kami menemukan kasus 01 dan 02 Covid-19. Tadi malam, saya mendapatkan informasi, bahwa tepat satu tahun, hari ini, kami menemukan mutasi B117, UK mutation, di Indonesia," ucap Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwu, dalam telekonferensi, Selasa (2/3).

"Ini fresh from the oven. Baru tadi malam ditemukan dua kasus," sambungnya.

Penemuan varian baru Covid-19 tersebut, menurutnya, merupakan peringatan, Indonesia akan menghadapi pandemi dengan tingkat kesulitan yang semakin berat. Dengan demikian, pengembangan riset dan inovasi penanganan harus semakin cepat dan studi epidemiologi perlu ditingkatkan.

"Jadi, 462 (sampel) yang sudah kami cek di seluruh nusantara dalam beberapa bulan ini, kami sudah temukan dua kasus tadi malam,” tutur Dante.

Ahli epidemiologi dan biostatistik Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, sebelumnya memprediksi kemungkinan varian baru Covid-19 telah masuk di Indonesia. 

“Memang saya kira kita harus berpengalaman dulu. Belum ada yang masuk karena kami belum memeriksanya, kan? Kalau saya memprediksi kemungkinan sudah masuk, tetapi, kan, harus dibuktikan," ucapnya saat dihubungi Alinea.id, 26 Desember 2020.

Pandu lantas mengusulkan surveilans epidemiologi untuk memeriksa jenis virusnya, bukan menyasar orang saja. Dengan demikian, dapat dilihat apakah virus sudah bermutasi atau belum, serta menentukan jenis vaksin.

Sponsored

“Vaksin tertentu tidak harus berbeda, tetapi, masih katanya sih, 90% masih bisa dikenali dari vaksin lama (yang terlanjur beli)," katanya.

Berita Lainnya