sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenkes-TNI lakukan tracing hingga daerah

Kemenkes harus melibatkan TNI-Polri untuk bisa membantu sistem pertahanan bersama dengan rakyat menghadapi ancaman Covid-19.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Rabu, 10 Feb 2021 12:04 WIB
Kemenkes-TNI lakukan tracing hingga daerah

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melibatkan hampir 80.000 personil TNI-Polri sebagai pelacak kontak Covid-19 hingga tingkat desa.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, langkah itu diambil untuk memenuhi standar pelacakan kontak erat yang disusun oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni sebanyak 30 pelacak kontak per 100.000 penduduk. 
Misalnya, penduduk Indonesia berjumlah 299 juta maka dibutuhkan hampir 80.000 pelacak kontak.

"Peperangan melawan Covid-19 ini dibutuhkan jaringan level terbawah, itu sebabnya kami bekerjasama dengan TNI-Polri karena mempunyai jaringan intelijen, jaringan penghubung sampai ke level-level terkecil di bawah bekerjasama dengan masyarakat," kata Budi dikutip dari laman kemkes.go.id, Rabu (10/2)

Budi menyatakan, tugas bidang kesehatan harus libatkan TNI-Polri untuk bisa membantu sistem pertahanan bersama dengan rakyat menghadapi ancaman Covid-19, tujuannya agar generasi muda Indonesia jauh lebih siap menghadapi setiap ancaman.

"Kami sekarang menghadapi ancaman Covid-19 tidak mungkin kami melakukan sendiri, kami harus melakukan bersama-sama, tidak mungkin kami secara eksklusif di Kemenkes melakukan sendiri harus secara inklusif dibantu rekan-rekan sekalian," ucap Budi.

Untuk sukseskan ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan, TNI mengerahkan 27.866 Babinsa, 1.768 Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar), dan 102 Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpot Dirga) pada tujuh provinsi di Jawa dan Bali.

"Sebelum diterjunkan ke wilayah kerjanya masing-masing para Babinsa, Babinpotmar, dan Babinpot Dirga akan diberi pelatihan menjadi tracer Covid-19," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

TNI, kata dia, juga telah menyiapkan tenaga kesehatan sebagai vaksinator untuk mendukung program vaksinasi nasional yang telah dicanangkan. TNI telah memiliki 1.008 vaksinator terverifikasi dan akan meningkatkan jumlah tersebut dengan melatih 10.000 vaksinator baru.

Sponsored
Berita Lainnya