sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemensos belum acc 1,9 juta KRTS Jabar sebagai penerima BST

Hingga kini, baru sekitar 7 juta warga Jabar yang bakal menerima bansos Kemensos berupa PKH, BNPT, ataupun BST.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Sabtu, 10 Jul 2021 08:33 WIB
Kemensos belum <i>acc</i> 1,9 juta KRTS Jabar sebagai penerima BST

Ada sekitar 7 juta kepala keluarga (KK) di Jawa Barat (Jabar) yang bakal menerima bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan itu mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan nontunai (BPNT), dan bantuan sosial tunai (BST). 

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jabar, Dodo Suhendar, menyatakan, para penerima bansos Kemensos berbeda dengan keluarga rumah tangga sasaran (KRTS) bansos provinsi. Pangkalnya, keduanya menggunakan sumber data yang berlainan.

"Penerima bansos Kemensos berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sedangkan penerima bansos Provinsi Jabar merupakan masyarakat terdampak pandemi Covid-19 yang belum masuk dalam DTKS atau non-DTKS," paparnya, mencuplik situs web Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Dia melanjutkan, Dinsos Jabar telah mengajukan 1.903.583 KRTS penerima bansos provinsi untuk menjadi penerima BST kepada Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos. Namun, "belum ada yang masuk dalam penetapan."

Sponsored

PKH bakal menjangkau 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan indeks berdasarkan komponen dalam keluarga. Sementara itu, BPNT akan menyasar 15,93 juta KPM dengan indeks Rp200.000/KPM/bulan dan BST dengan target 10 KPM dengan indeks Rp300.000/KPM/bulan. 

Dodo mengatakan, Dinsos Jabar kini sedang menganalisis sekaligus mempersiapkan data sasaran bansos provinsi. Pun tengah mengkaji besaran manfaat dan jenis bantuan yang akan diberikan.

"Apakah berwujud tunai, atau bahan pangan, atau yang lain sesuai dengan kebutuhan yang paling urgen dan kemampuan anggaran Pemda Provinsi Jabar pada masa PPKM darurat ini," tutupnya.

Berita Lainnya