sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemensos kucurkan bantuan usaha Rp5 miliar kepada KPM PKH

Setiap KPM PKH graduasi yang terseleksi akan mendapat pendampingan dan insentif modal usaha Rp3,5 juta.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Sabtu, 25 Jul 2020 11:26 WIB
Kemensos kucurkan bantuan usaha Rp5 miliar kepada KPM PKH
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 275213
Dirawat 61813
Meninggal 10386
Sembuh 203014

Kementerian Sosial (Kemensos) mengucurkan bantuan stimulan insentif modal usaha (BSIMU) senilai Rp5 miliar kepada 10.000 keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKM PKH) graduasi yang tengah merintis usaha. Setiap keluarga mendapat akan mendapat Rp500.000.

"Ini memang merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan para KPM PKH graduasi yang memiliki rintisan usaha," kata Menteri Sosial, Juliari P. Batubara. Pun diklaim sebagai program jangkar dari program pemberdayaan sosial (dayasos) Kemensos.

Setiap KPM PKH graduasi yang terseleksi bakal mendapat pendampingan dan insentif modal usaha Rp3,5 juta. Sedangkan para pendamping dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), akan dibekali pelatihan agar memiliki kompetensi.

Diterapkan tiga model dalam pelaksanaan Program Kewirausahaan Sosial (Prokus) ini. Mulai dari pembibitan penerima berpotensi usaha, mentoring penerima yang memiliki usaha berkembang, dan inkubasi bagi penerima yang memiliki usaha yang sudah maju.

Sponsored

Menurut Juliari, Kemensos harus memberdayakan masyarakat yang mendapat bantuan sosial (bansos). Sehingga, penerima bisa mandiri secara ekonomi. Karenanya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Dayasos memiliki target agar keberhasilan program terukur.

Selain menyalurkan BSIMU secara simbolis kepada lima penerima di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Jumat (24/7), turut dilakukan bimbingan teknis (bimtek) yang diikuti 50 orang. Para peserta terdiri dari koordinator PKH, TKSK, serta perwakilan KPM PKH graduasi dan  pendampingnya.

"Bimbingan teknis ini memang merupakan bentuk penguatan usaha-usaha mikro dengan memberikan edukasi bagi mereka untuk bisa mengembangkan usahanya," jelas Dirjen Dayasos, Edi Suharto. Bimtek, mengutip situs web Kemensos, digelar secara luring (offline) ataupun daring (online). Para narasumber merupakan praktisi kewirausahaan sosial.

Berita Lainnya
×
img