sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kementerian BUMN masa bodoh dengan DPR ihwal Jiwasraya

Parlemen belum bersikap resmi. Apakah membentuk pansus atau panja.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 15 Jan 2020 19:23 WIB
Kementerian BUMN masa bodoh dengan DPR ihwal Jiwasraya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masa bodoh dengan sikap DPR dalam menangani kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Apakah membentuk pantia khusus (pansus) atau panitia kerja (panja).

"Kita serahkan kepada DPR, mana mekanisme terbaik. Mana mekanisme yang dirasakan bisa mempercepat proses yang ada," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/1).

Sejumlah fraksi mengusulkan pembentukan Pansus Jiwasraya sela Rapat Paripurna DPR, Senin (13/1). Seperti Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Alasannya, berpotensi merugikan negara hingga Rp13,7 triliun.

Beberapa saat lalu, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menggulirkan Panja Jiwasraya. Mengingat Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan tersangka terhadap lima orang.

Kendati begitu, PKS tetap bersikukuh pembentukan pansus. Pertimbangannya, berharap kasus tersibak dengan gamblang.

Arya melanjutkan, Kementerian BUMN ingin DPR memberikan dukungan politik dalam penangan megaskandal tersebut. "Dorongan nereka kami harapkan betul," ucap bekas politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo) ini.

Menteri BUMN, Erick Thohir, tambah dia, juga takkan bergeming dalam menyelesaikan kasus Jiwasraya secara komprehensif. Beberapa langkah dipersiapkan. Macam restrukturisasi utang. Ditargetkan selesai pada kuartal I 2020.

Kedua, mewacanakan pembentukan holding asuransi. Namun, masih menanti terbitnya peraturan pemerintah (PP) terkait.

Sponsored

"Kita harapkan nanti (terbit) dalam proses cepat. Kalau PP-nya selesai, karena tetap harus mematuhi peraturan dan regulasi. Bahwa tidak bisa kita buat holding tanpa PP," ujarnya.

Langkah berikutnya, mendorong sinergitas perusahaan pelat merah membentuk anak perusahaan Jiwasraya. Diharapkan segera selesai dan mendapat investor.

"Keempat, portofolio saham-saham dari Asuransi Jiwasraya ini memang agak panjang. Sambil melihat apakah ada saham-saham dari Jiwasraya yang masuk portofolio Jiwasraya yang harganya sudah bisa dijual dengan baik. Maka, kita akan jual," tutup Arya.

Berita Lainnya