logo alinea.id logo alinea.id

Kepala Kanwil Kemenag Jatim hilang misterius

Dikabarkan turut diringkus bersama Romahurmuzy, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin hilang misterius.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Sabtu, 16 Mar 2019 00:58 WIB
Kepala Kanwil Kemenag Jatim hilang misterius

Dikabarkan turut diringkus bersama Romahurmuzy, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin hilang misterius.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy alias Romy, di Jawa Timur, Jumat (15/3). 

Informasi yang beredar, KPK juga mengamankan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin dan Kepala Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. 

"Rombongan KPK yang berangkat melalui bandara Juanda menuju Jakarta terkait OTT di Surabaya berjumlah 13 orang," ujar salah seorang anggota Satgaspam TNI di Bandara Juanda, Hartono, Jumat (15/3).

Haris Hasanuddin baru dilantik menjadi Kakanwil Kemenag Jatim pada 5 Maret 2019. Dia adalah menantu mantan Kakanwil Kemenag Jatim Moh Riziqi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), salah satu relawan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 dan mantan Ketua Tim Kampanye pasangan cagub-cawagub Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018.

Roziqi membenarkan bahwa Haris Hasanuddin adalah menantunya. Dirinya tidak mengetahui apakah Hasan ditangkap KPK, atau tidak. Hanya saja Roziqi mengaku sampai saat ini belum bisa berkomunikasi dengan Haris.

"Salah tanya kalau ke saya, saya kan tidak tahu apa-apa. Iya kalau itu menantu saya benar," ujar Roziqi saat dikonfirmasi.

Roziqi mengungkap bahwa dirinya jarang berkomunikasi dengan menantunya karena sudah memiliki keluarga sendiri.

Sponsored

"Saya jarang komunikasi, kan sudah punya keluarga sendiri. Dia itu menantu dari putri saya yang nomor dua," kata dia.

Sementara Humas Kanwil Kemenag Jatim, Markus mengaku bahwa saat ini belum mengetahui kepastian Haris ditangkap KPK karena belum menerima surat pemberitahuan resmi terkait penangkapan.

"Kan 1x24 jam. Namun sampai saat ini belum ada surat pemberitahuan resmi dari KPK kalau pak Haris juga kena OTT," tuturnya.

Markus menyebut Haris sudah menjabat Kakanwil definitif mulai 5 Maret karena sebelumnya menjabat sebagai Pj sejak Oktober 2018.

Intimidasi terhadap PPP dalam Pemilu 1977

Intimidasi terhadap PPP dalam Pemilu 1977

Senin, 25 Mar 2019 21:10 WIB
Kabar hoax yang meresahkan jelang Pemilu 1955

Kabar hoax yang meresahkan jelang Pemilu 1955

Senin, 25 Mar 2019 14:26 WIB
Friend Zone: Humor dan cinta sepasang sahabat

Friend Zone: Humor dan cinta sepasang sahabat

Sabtu, 23 Mar 2019 12:00 WIB