sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kepri akan larang warga Singapura beli masker di Batam

Pemprov Kepri masih akan berkoordinasi dengan pihak Bea dan Cukai untuk menerapkan kebijakan ini.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Kamis, 06 Feb 2020 16:50 WIB
Kepri akan larang warga Singapura beli masker di Batam
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2273
Dirawat 1911
Meninggal 198
Sembuh 164

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berencana melarang warga Singapura membeli masker di wilayah mereka, terutama Batam. Jarak Singapura dan Batam yang berdekatan, membuat banyak warga Singapura yang memborong masker di Batam untuk mengantisipasi coronavirus.

"Hari ini kami akan bahas soal itu, dan yang lainnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana yang dihubungi dari Tanjungpinang, Kamis (6/2).

Dia menjelaskan, pertimbangan untuk mengambil kebijakan ini muncul setelah terjadi aksi borong masker oleh warga Singapura di Batam, Kepulauan Riau. Jarak Singapura dan Batam yang berdekatan, membuat warga Singapura banyak yang membeli masker di wilayah Indonesia tersebut.

Selain masker, komoditas lain yang dibeli dalam jumlah banyak oleh warga Singapura adalah sabun cuci tangan kemasan. Aksi borong ini, kata Tjetjep, diprotes warga Batam karena membuat mereka kesulitan mendapatkan masker dan sabun cuci tangan.

"Ada banyak informasi yang saya dapat bahwa warga Singapura membeli masker hingga berkarung-karung. Ini tidak dibenarkan," katanya. 

Namun demikian, Tjetjep mengatakan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak Bea dan Cukai guna mencegah warga Singapura melakukan pembelian tersebut.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan sebanyak 150.000 masker untuk masyarakat Kepulauan Riau. Sedangkan untuk warga Kabupaten Natuna, yang menjadi lokasi karantina observasi coronavirus pada ratusan WNI dari China, sudah disiapkan sebanyak 100.000 masker.

Adapun ihwal tenaga kerja wanita di Singapura yang terjangkit coronavirus, Tjetjep mengatakan pihaknya meningkatkan kewaspadaan. Peningkatan ini terutama dilakukan di wilayah Tanjungpinang, Batam dan Karimun yang lokasinya berdekatan dengan Singapura. Petugas di seluruh pintu keluar masuk Kepulauan Riau pun diwajibkan untuk mengenakan masker.

Sponsored

"Untuk warga lainnya belum wajib menggunakan masker, kecuali yang dalam kondisi batuk, pilek, dan gangguan pernapasan," ucap Tjetjep.

Permintaan masker memang terus mengalami peningkatan setelah terjadi wabah coronavirus. Tingginya permintaan masker membuat harga jual di masyarakat ikut melonjak. 

Menurut pedagang masker di Pasar Pramuka, Jakarta Pusat, harga masker N95 yang biasanya dijual sekitar Rp200.000 per box, melonjak hingga Rp1.700.000. (Ant)

Berita Lainnya