sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kepulauan Mentawai diguncang gempa 6,3 M

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang tak dapat dipertanggungjawabkan.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 17 Nov 2020 11:26 WIB
Kepulauan Mentawai diguncang gempa 6,3 M
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Gempa bumi tektonik mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Selasa (17/11), pukul 08.44 WIB. Bencana tersebut, terang Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, tidak berpotensi tsunami.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=6,0. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,90 LS dan 99,07 BT  atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 112 km arah Barat Daya Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada kedalaman 13 km," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa  (17/11).

Dari segi jenis dan mekanisme, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, bencana tergolong gempa bumi dangkal akibat aktivitas penyesaran di Investigator Fracture Zone (IFZ) dekat dengan batas tumbukan lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip fault).

Beberapa daerah pun terdampak gempa tersebut dengan intensitas guncangan berbeda. Di Kota Padang, Painan, dan Sipora dengan skala III-IV modified mercalli intensity (MMI); di Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, Pariaman, dan Kepahiang skala II-III MMI; serta di Pasaman, Kerinci, Payakumbuh, dan Solok Selatan skala I-II MMI.

Sponsored

Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut hingga kini, bahkan belum ada petunjuk akan adanya bencana susulan (aftershock). "Hasil monitoring BMKG," jelasnya.

Karenanya, BMKG rekomendasi masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Guna menghindari dari bangunan yang retak atau rusak imbas gempa, publik disarankan rajin memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa. "Ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," tandasnya.

Berita Lainnya