sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Keputusan libur panjang akhir tahun tergantung masyarakat

Satgas Covid-19 akan memberi rekomendasi ke pemerintah terkait libur akhir tahun.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Kamis, 19 Nov 2020 19:02 WIB
Keputusan libur panjang akhir tahun tergantung masyarakat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Keputusan libur panjang akhir tahun 2020 tergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memberi sinyal akan merekomendasikan kepada pemerintah untuk mengambil tindakan bila masyarakat masih abai atas protokol kesehatan.

"Apabila masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan, sehingga kasusnya meningkat, maka tentu ada konsekuensi terhadap keputusan yang diambil oleh pemerintah terkait masa libur akhir tahun," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito saat konferensi pers yang dilakukan secara virtual, Kamis (19/11).

Wiku menyampaikan, rekomendasi itu dilakukan setelah mempertimbangkan pengalaman libur panjang yang telah berlalu di era pandemi. Dia berharap, dampak kenaikan kasus akibat libur panjang sebelumnya dapat menjadi bahan pembelajaran masyarakat.

Dia menegaskan, prinsip keputusan libur panjang sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Terlepas diberlakukannya, dipersingkatnya, atau ditiadakan libur tahun ini, keputusan yang diambil pemerintah tentu dalam upaya untuk melindungi masyarakat dari potensi penularan Covid-19," terang dia 

"Ingat, keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi," pungkas Wiku.

Sebelumnya, Ketua Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, terdapat potensi penyebaran Covid-19 di keramaian pada saat libur panjang, terutama melalui droplet injection.

"Kalau itu terjadi, penularan yang terjadi di kerumunan pada saat libur panjang tersebut sangat efektif. Jadi ketika kita berkerumun, tidak menjaga jarak, maka terjadilah droplet," kata Tri. 

Sponsored

Untuk itu, Tri menyebutkan, kunci mencegah penularan adalah menggunakan masker untuk melindungi jalan masuknya air liur melalui hidung maupun melalui mulut.

Menggunakan masker, kata dia, dapat mengurangi penularan Covid-19, namun harus dilakukan secara rutin selama pandemi serta digunakan secara tepat. Setiap jenis masker yang digunakan memiliki standar protektif terhadap Covid-19 berbeda-beda. Misalnya, untuk masker N95 bisa mencegah Covid-19 hingga 97%, masker bedah 90%, dan masker kain 70%.

Berita Lainnya