sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ketika suporter sepak bola ingin akhiri permusuhan

Khofifah mengajak membangun suportivitas ke koordinator supoter.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Senin, 10 Feb 2020 07:10 WIB
Ketika suporter sepak bola ingin akhiri permusuhan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17552
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Menjelang pelaksanaan Piala Gubernur Jawa Timur (Jatim), di Gelora Bangkalan Madura, Senin (10/2/2020), perwakilan suporter sepak bola di Jawa Timur dikumpulkan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk membahas solusi permusuhan antar pendukung.

Koordinator suporter klub liga 1 Indonesia di Jatim kemudian memberi masukan dan menawarkan solusi untuk mencegah perseteruan antar pendukung, termasuk Official Persebaya, Alex Tualeka yang mengaku selama ini Bonek tak memiliki ketua umum. Namun, kata Alex, setiap tribun di empat titik ada koordinatornya.

Maka, lanjut dia, dengan adanya pertemuan ini, perdamaian harus lahir dari hati masing-masing koordinator suporter. Ia tak ingin perdamaian hanya formalitas karena akan melahirkan perang antar suporter.

Menurut Alex, untuk menghindari permusuhan antar suporter, nyanyian nyinyir baik di tribun maupun di luar harus ditiadakan. Dirinya tak bisa mengatasnamakan Bonek karena memang suporter Persebaya sulit diorgnanisir.

“Revalitas memang harus kita jaga sebab itu bagian dari suportivitas kompetisi tapi haruslah yang sehat dan mendidik,” pintanya, di Grahadi, Minggu (9/2/2020) malam.

Salah satu korwil Aremania, Ahmad Ghozali ikut bersuara. Dia menjelaskan, revalitas dan kedaerahan antar suporter sangat tinggi. Apalagi dipengaruhi medsos yang membesar-besarkan masalah. Padahal revalitas itu hanya berlangsung 90 menit di lapangan. Pasca pertandingan antar suporter kembali bersahabat.

"Kami bersyukur karena bupati, kapolres juga terus merangkul suporter untuk ikut jaga keamanan dan kondusifitas Aremania," ungkapnya.

Pun perwakilan suporter Persik Kediri, Widodo yang juga ikut berbicara. Dia menyapikan menguntungkan bahwa tahun 2003 silam Persik pernah terjadi gesekan dengan Aremania. Begitu juga halnya tahun 2007 terjadi gesekan dengan PSM Jogyakarta. 

Sponsored

“Haduh hancur semua fasilitas stadion gara-gara suporter bentrok di stadion. Pokoknya klub bakal rugi besar kalau ada suporter berkelahi,” tuturnya.

Widodo berharap Bonek dan Aremania bisa rukun sehingga bisa menjadi panutan bagi suporter di daerah lain. Upaya untuk merukunkan antar suporter adalah memberi edukask sampai ke akar rumput bahwa semuanya adalah bersaudara sesama anak bangsa. Musuh yang sebenarnya dan harus dihadapi sekarang adalah medsos sangat liar serta masif.

“Disamping PSSI memiliki program sampai ke akar rumput, PSSI juga lebih tegas terhadap suporter yang bikin kerusuhan jangan sanksinya gonta-ganti sehingga bisa memberikan efek jera,” terangnya.

Sementara Perwakilan Ka-Cong Mania (sebutan suporter Madura United), Jimhur Saros mengaku bersyukur walupun Ibu Khofifah pernah tiga kali kalah di Bangkalan saat maju Pilgub Jatim, namun perhatian terhadap sepakbola sungguh luar biasa. Terbukti, Piala Gubernur Jatim yang vakum 5 tahun bisa dihidupkan lagi.

“PSSI Jangan terlena dengan mafia-mafia, sebab suporter kerap marah itu akibat ulah para mafia sehingga tim kebanggaannya main tidak sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Ajakan Khofifah

Sementara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku pertemuan ini merupakan bagian dari ikhtiar. Mengingat pada dasarnya semua memiliki komitmen yang sama, yakni tak ingin menodai Merah Putih dan menjaga suportivitas dan fanatisme yang dapat menimbulkan destruktif.

Khofifah mengajak agar selalu membangun suportivitas tidak hanya di dalam arena, tetapi juga sebelum memulai Piala Gubernur 2020.

“Tidak ada orang sempurna kalau dilihat masa lalunya, no body perfect. Yang penting itu kita niat yang baik dan memulai dari pribadi sendiri-sendiri,” pinta gubernur.

Khofifah menyebut Sekjen PSSI memberitahu bahwa nantinya ada semacam 4–5 tahun ke depan untuk mengkomunikasikan antarsuporter dengan suporter yang lain dilakukan dengan cara-cara terukur.

“Yang penting kan ini ada 2 suporter besar nih di Jatim, satu ya suporternya Persebaya satu-satunya Arema. Sebaiknya ke itu yang akan dibuat exercise oleh Sekjen PSSI siapkan lainnya semua format ini terukur dan termonitor,” tambahnya.

Sedangkan Ketum PSSI Komjen Pol Muhammad Iriawan mengaku berterima kasih karena banyak mendapat masukan yang berharga, karena PSSI juga tengah mengumpulkan data apa yang diinginkan oleh para suporter yang akan ditangani devisi pemberdayaan suporter sehingga tahu akar persolan dan bisa dibuatkan program yang tepat.

“Kewenangan PSSI ya memang pada klub, tapi nanti akan kita buatkan formulasi bagaimana bisa menyasar suporter juga. Makanya nanti kalau tim itu datang tolong diterima dan kemukakan semua persoalan yang dihadapi hingga ke grassroot,” pungkasnya.

Berita Lainnya