sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ketua DPR desak Polri jerat pelaku pembakaran hutan

Aktor pembakaran hutan bisa diseret ke pengadilan agar mendapat ganjaran sepadan.

Armidis
Armidis Selasa, 26 Feb 2019 12:45 WIB
Ketua DPR desak Polri jerat pelaku pembakaran hutan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Bambang Soesatyo mendesak, agar penegak hukum melakukan hal yang simultan untuk menjerat pelaku-pelaku pembakaran hutan. Seharusnya, aktor pembakaran hutan bisa diseret ke pengadilan agar mendapat ganjaran sepadan.

"Kepolisian RI untuk terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku-pelaku pembakaran hutan dengan memberikan sanksi yang tegas sesaui dengan ketentuan peraturan yang berlaku," ujar dia, di Jakarta, Selasa (26/2).

Politisi Golkar itu juga menyarankan, agar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terlibat membantu korban dampak kebakaran hutan yang meluas. Dampak penyakit yang mungkin ditimbulkan, semestinya dapat diatasi dengan dini oleh pihak Kemenkes.

"Kemenkes aktif memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami sesak nafas yang diakibatkan kabut asap dari kebakaran lahan," kata Bamsoet.

Sementara TNI Angkatan Udara mengerahkan satu unit pesawat Casa 212 untuk membantu upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, melalui operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan.

"Satu unit Pesawat Casa untuk hujan buatan," kata Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Ronny Irianto Moningka di Pekanbaru.

Pesawat Casa 212 dari Skadron Udara 4 Pangkalan Udara (Lanud) Abdurrahman Saleh itu, akan diperbantukan untuk membuat hujan buatan di Provinsi Riau, terutama di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis yang masih mengalami kebakaran lahan.

Pulau Rupat masih menjadi fokus utama penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhulta) di Riau. Berdasarkan pemetaan TNI, Rupat masih cukup rawan terjadi Karhutla karena cuaca kering yang melanda wilayah pesisir Riau tersebut sejak awal Januari lalu.

Sponsored

"Hasil pengamatan TNI, wilayah itu cukup rawan Karhutla karena kemarau, selain adanya titik-titik api di sana yang masih ditanggulangi," ujarnya.

Selanjutnya, akan segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau terkait mekanisme pelaksanaan hujan buatan tersebut.

Selain pesawat Cassa, Mabes TNI AU turut mengerahkan dua unit Helikopter jenis Super Puma untuk keperluan pengiriman pasukan ke lokasi titik api.  

Sebanyak 100 prajurit Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) turut diperbantukan ke Pulau Rupat. Prajurit TNI dari satuan Yonarmed 10 Kostrad telah mulai diperbantukan untuk mengatasi Karhutla di Pulau yang menghadap Selat Malaka tersebut. (ant)