sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ketua DPRD DKI minta setiap fraksi kirim anggota di Pansus Banjir

Jumlah anggota Pansus Banjir yang ditentukan untuk tiap fraksi telah ditentukan.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Kamis, 27 Feb 2020 13:30 WIB
Ketua DPRD DKI minta setiap fraksi kirim anggota di Pansus Banjir
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 389.712
Dirawat 62.649
Meninggal 13.299
Sembuh 313.764

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menandatangani pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Banjir di DPRD DKI Jakarta. Pansus itu dibentuk untuk mencari solusi dalam mencegah dan menangani permasalahan banjir di ibu kota. Rencana pembentukan pansus disepakati anggota dewan di Kebon Sirih saat rapat Badan Musyawarah (Bamus) pada 24 Februari.

"Telah disepakati bahwa DPRD Provinsi DKI Jakarta membentuk Panitia Khusus Banjir," kata Prasetio Edi dalam suratnya, Kamis (26/2).

Pembentukan pansus sesuai dengan ketentuan pasal 65 Peraturan Pemerintah (PP) nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota. Dalam pasal 115, disebutkan dalam membentuk Pansus, jumlah anggotanya paling banyak 25 anggota dewan.

Politikus PDI Perjuangan ini meminta, agar tiap fraksi mengirimkan anggotanya menjadi anggota pansus.

"Diharapkan masing-masing fraksi mengutus anggotanya dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujarnya.

Berikut jumlah anggota Pansus Banjir yang ditentukan untuk tiap fraksi yakni,

1. Fraksi PDI Perjuangan: 6 orang.

2. Fraksi Partai Gerindra: 5 orang.

Sponsored

3. Fraksi PKS: 4 orang.

4. Fraksa Partai Demokrat: 2 orang.

5. Fraksi PAN: 2 orang.

6. Fraksi PSI: 2 orang

7. Fraksi Partai NasDem: 2 orang.

8. Fraksi Partai Golkar: 1 orang.

9 Fraksi Partai PKB-PPP: 1 orang.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Zita Anjani mengatakan pembentukan pansus perlu, mengingat Jakarta telah mengalami banjir sebanyak lima kali sejak awal Januari 2020. 

Banjir harus ditangani dengan fokus dan intensif. Persoalan di Jakarta sangat kompleks, sehingga membutuhkan wadah yang khusus menangani banjir di ibu kota.

"Jadi memang ada anggota khusus yang fokus membahas dan mencari solusi tentang permasalahan banjir," kata Zita diruangannya di DPRD Jakarta, Selasa (24/2).

Berita Lainnya