sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ketua KPK bandingkan buku yang dibaca Anies Baswedan

Ada ketidakcocokan dari pernyataan Firli Bahuri terkait buku yang disinggungnya. 

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Selasa, 24 Nov 2020 14:15 WIB
Ketua KPK bandingkan buku yang dibaca Anies Baswedan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, singgung Gubernur DKI Anies Baswedan yang mengunggah foto membaca buku How Democracies Die di akun instagram pribadi. Dia mengaku, mengetahui setelah membaca berita di media massa.

Firli menyampaikan, demikian saat berbicara mengenai kegagalan negara dalam mewujudkan tujuan karena banyaknya korupsi. Terkait buku yang dibaca Anies, jenderal polisi bintang tiga ini bandingkan dengan buku lain.

"Sebelum itu bukunya ada Why Nations Fail, itu sudah lama saya baca. Tahun 2002 sudah baca buku itu. Kalau ada yang baru baca sekarang kayaknya baru mau (...). Ini makanya banyak yang mengkritisi. Sudah lama buku itu," ujarnya dalam sambutan serah terima barang rampasan KPK yang disiarkan secara daring, Selasa (24/11).

Menurut Firli, dalam buku itu dikatakan banyak negara gagal mewujudkan tujuan karena rasuah. Sebab, praktik lancung tidak sekadar kejahatan yang merugikan masyarakat dan keuangan negara, melainkan merasuk pada sendi-sendi kehidupan.

Karenanya, imbuh Firli, penanganan korupsi paling tidak memiliki tiga tujuan. Pertama, penyelamatan keuangan dan kekayaan negara. Kedua, menjamin tersampaikannya hak hak politik dan sosial. Ketiga, menjamin keselamatan bangsa dan warga negaranya.

"Tiga hal itu yang harus kita pahami kenapa kita harus melakukan pemberantasan korupsi," ucapnya.

Ada ketidakcocokan dari pernyataan Firli Bahuri terkait buku yang disinggungnya. Jika yang dimaksud adalah buku Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty, karya Daron Acemoglu dan James Robinson tersebut baru terbit pada 2012. 

Entah Ketua KPK salah menyebut tahun saat membaca atau yang dimaksud adalah judul lain yang terbit pada 2002 atau sebelumnya. Sementara How Democracies Die karya Steven Levitsky and Daniel Ziblatt terbit pertama pada 2018.

Sponsored
Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya