sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo ternyata belum divaksin

Doni Monardo akan divaksinasi pada pekan depan bersama para anggota Satgas Covid-19 lainnya.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Sabtu, 23 Jan 2021 13:16 WIB
Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo ternyata belum divaksin
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Tenaga Ahli Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Egy Massadiah, menegaskan bahwa Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo belum divaksinasi Covid-19. Menurutnya, Ketua BNPB baru akan divaksin pekan depan.

“Ini untuk meluruskan informasi bahwa Pak Doni sudah menjalani vaksinasi pada 13 Januari 2021. Padahal, beliau akan divaksinasi pada pekan depan bersama para anggota Satgas Penanganan Covid-19 lainnya,” tutur Egy dalam keterangannya, Sabtu (23/1).

Sebelumnya, Doni mengumumkan positif Covid-19 di tengah padatnya aktivitas Kepala BNPB itu seiring munculnya rentetan bencana alam di tanah air dalam sepekan terakhir. Dia mengetahui terpapar SARS-CoV-2 setelah hasi tes polymerase chain reaction atau PCR, Jumat (22/1) malam.

Doni menengarai terpapar virus tersebut saat makan bersama. Sebab, selama sepekan terakhir berada di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan dalam rangka memimpin penanggulangan bencana.

“Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka. Sebaiknya saat makan, tidak ada orang lain di sekitar kita untuk mencegah tertular atau menulari. Untuk sementara, makan bisa sendiri atau terpisah dari orang lain," ujarnya.

Saat ini, Doni Monardo sedang menjalani isolasi mandiri. Namun demikian, dia memastikan tetap memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan bencana di berbagai daerah.

Sementara epidemolog Universitas Indonesia sekaligus Juru Bicara Nasional Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, menduga aktivitas yang padat dan melelahkan serta celah saat makan menjadi penyebab virus corona menginfeksi Doni.

“Ini menjadi pelajaran berharga bahwa kedisiplinan selama sebelas bulan itu tetap ada celah seperti saat makan. Sebelumnya ada juga penelitian yang menemukan bahwa para tenaga kesehatan yang tertular saat mereka istirahat untuk makan dan terpaksa membuka masker,” tutur Wiku.

Sponsored

Selain itu, lanjut Wiku, aktivitas yang padat dan melelahkan jadi faktor menurunnya imunitas seseorang sehingga menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

“Itulah mengapa, selain menjalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat, kita juga harus menjaga imunitas dengan istirahat cukup, makan bergizi, serta rutin berolahraga," pungkasnya.

Berita Lainnya