sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Khofifah dicecar kedekatannya dengan Rommy

Khofifah mengaku bertemu Rommy pada bulan Februari 2019.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 03 Jul 2019 14:54 WIB
Khofifah dicecar kedekatannya dengan Rommy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, dihadirkan sebagai saksi di persidangan dua terdakwa kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama, yakni bekas Kakanwil Kemenag Jatim, Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muafaq Wirahadi. 

Dalam menyampaikan kesaksiannya, Khofifah dicecar jaksa penuntut umum KPK. Salah satunya mengenai kedekatannya dengan bekas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Mohammad Romahurmuziy atau biasa disapa Rommy.

Pemeriksaan terhadap Khofifah diawali dengan pertanyaan JPU soal kedekatannya dengan kedua terdakwa kasus jual beli jabatan, Haris Hasanuddin. Khofifah mengaku mengenal Haris hanya sebagai rekan kerja. Ketika itu, dirinya diminta untuk menghadiri sebuah acara untuk menjadi seorang narasumber. 

“Sejak saya jadi Gubernur Jatim, kemudian ada rakor Kemenag, Pak Haris mengundang saya. Saya tidak kenal secara personal. Saya diundang sebagai narasumber,” kata Khofifah di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Rabu (3/7).

Selanjutnya, JPU kembali mencecar Khofifah terkait sejauh mana kedekatannya dengan tersangka kasus jual beli jabatan di Kemenag, Rommy. Khofifah mengatakan dirinya tidak memiliki kedekatan lebih dengan Rommy. Menurut Khofifah, kedekatannya dengan eks Ketua Umum PPP itu hanya sebatas sesama anggota partai PPP sebelum dirinya hijrah ke PKB. “Kalau secara khusus tidak ada,” ujar Khofifah.

Tak berhenti sampai di situ, tim JPU KPK kemudian mengonfirmasi ihwal pertemuannya dengan Rommy di Surabaya, Jawa Timur pada Januari 2019. Menjawab pertanyaan JPU, Khofifah menampik tudingan tersebut. Dia mengakui pernah bertemu dengan Rommy, namun bukan di bulan Januari, melainkan Februari. 

“Pertemuannya pada saat saya dilantik pada 13 Februari di Istana Negara. Kalau Januari hingga Februari awal tidak ada,” ucap Khofifah.

Pertanyaan untuk Khofifah terus berlanjut. JPU KPK menanyakan ihwal usulan jabatan yang kosong di Kemenag Jatim. Khofifah pun mengaku tidak mengetahui sama sekali ihwal mekanisme pengisian jabatan tersebut.

Sponsored

"Sebetulnya proses ini yang saya tahu adalah sesuai UU ASN. Hanya itu yang saya tahu. Tetapi bahwa timing untuk pos tertentu, itu kan sangat spesifik, hanya kementerian tertentu," kata Khofifah.

Sebelumnya diberitakan, nama Khofifah disebut-sebut oleh tersangka Rommy ketika hadir sebagai saksi dalam persidangan terdakwa Haris pada Rabu (26/6). Rommy menyebut, Khofifah mendesak pencalonan Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jatim. 

Selain Khofifah, Rommy menyebut permintaan Haris menjabat sebagai Kakanwil Kemenag Jatim juga disampaikan tokoh PPP Jatim, Asep Saefudin Chalim. "Bu Khofifah dan Kiai Asep terus meminta kepada saya agar mendorong Pak Haris. Kira-kira bahasanya gitu," kata Rommy. 

Bahkan, Rommy menegaskan, Khofifah dan Asep beberapa kali menghubungi dirinya untuk menanyakan progres pencalonan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

"Jujur saja, beberapa kali baik Bu Khofifah dan Kiai Asep menanyakan kepada saya. 'Bagaimana perkembangan nominasi saudara Haris?' Bahkan pada 7 Januari 2019 Kiai Asep menelepon saya untuk menanyakan nominasi saudara Haris. Saya sampaikan 'Kiai ini kan ada prosedur, kita ikuti dulu ya,'" ucap Rommy.

Berita Lainnya