sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Khofifah: Jatim siap dukung kebutuhan perawat nasional

"Provinsi Jatim ini sangat berpotensi menghasilkan perawat yang bisa mengisi kebutuhan di luar Jawa bahkan di luar negeri."

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Minggu, 28 Nov 2021 16:08 WIB
Khofifah: Jatim siap dukung kebutuhan perawat nasional

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menilai, provinsinya berpotensi menyokong kebutuhan perawat di luar Pulau Jawa, yang rasionya rendah senasional. Pangkalnya, jumlah perawat yang dimiliki tertinggi se-Indonesia.

Berdasarkan hasil Survei Sensus Ekonomi Nasional (Susenas) dan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), rasio perawat dengan penduduk di Jawa sebesar 1:815. Artinya, setiap satu perawat melayani 815 orang. Jatim paling kecil rasionya dengan 51.709 perawat. Sementara di luar Jawa, jumlahnya kian tinggi karena jumlah perawat semakin sedikit.

"WHO menyampaikan, bahwa terdapat kebutuhan 6 juta perawat yang bisa menjadi peluang perawat Indonesia. Nah, Provinsi Jatim ini sangat berpotensi menghasilkan perawat yang bisa mengisi kebutuhan di luar Jawa bahkan di luar negeri," ucap Khofifah.

Dirinya menambahkan, transformasi digital merupakan keniscayaan mengingat menjadi kebutuhan bagi berbagai sektor, termasuk perawat. Tidak sedikit layanan kesehatan yang kini menggunakan perangkat berbasis teknologi tinggi. 

"Artinya, para perawat perlu melakukan intensitas terhadap pengenalan alkes [alat kesehatan] berbasis hi-tech. Selain spesifik skill keperawatan, para perawat harus paham teknologi juga," jelasnya, melansir situs web Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Khofifah berpendapat, penggunaan teknologi tidak hanya ketika para perawat memberikan layanan kesehatan, tetapi juga menyampaikan laporan. "Akses aplikasi saat ini luar biasa. Data bisa ter-capture real time dan presisi," ujarnya.

Di sisi lain, dia mengapresiasi kepada para seluruh perawat karena bekerja ekstra saat pandemi, salah satunya dalam menangani pasien Covid-19. "Mudah-mudahan menjadi ladang amal kebaikan para perawat."

"Mari kita jaga kekompakan dan doa terbaik untuk kita semua. Kuatkan disiplin prokes [protokol kesehatan] dan percepat vaksinasi. Jangan lengah, jangan kendor," tandas Khofifah dalam sambutannya saat penutupan Musyawarah Wilayah (Muswil) X DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim di Malang, Sabtu (27/11) malam.

Sponsored
Berita Lainnya