logo alinea.id logo alinea.id

Kominfo merilis 5 hoaks terkait Pemilu 2019

Dari 10 hoaks yang dirilis Kominfo, lima di antaranya terkait Pemilu 2019.

Fandy Hutari Sabtu, 12 Jan 2019 10:15 WIB
Kominfo merilis 5 hoaks terkait Pemilu 2019

Subdit Pengendalian Konten Internet, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) merangkum isu hoaks atau berita bohong pada 10 Januari 2019. Laporan ini dibuat hingga 9 Januari 2019, melaporkan beberapa hoaks yang muncul selama dua pekan pertama pada 2019.

Laporan tersebut mencatat 10 hoaks yang beredar di masyarakat, melalui media sosial berupa teks dan video. Dari 10 hoaks yang beredar tersebut, lima di antaranya terkait Pemilu 2019.

Surat suara tercoblos

Hoaks pertama, terkait tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Isu ini beredar pada 2 Januari 2019, berawal dari cuitan politikus Partai Demokrat Andi Arief.

“Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera membantah isu tersebut dan menyatakan bahwa berita itu adalah hoaks,” tulis laporan Subdit Pengendalian Konten Internet Kemenkominfo, yang diterima Alinea.id, Sabtu (12/1).

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi sempat memberikan tanggapan. Dia berujar, hingga sekarang belum ada surat suara untuk Pemilu 2019 yang dicetak.

Jokowi cucu Sunan Kalijaga

Beredar di Facebook atas nama akun Cakrawala, mengunggah gambar tangkapan layar sebuah situs media daring, dengan narasi: “Menurut kiai Ma’ruf (Amin), Jokowi keturunan Sunan Kalijaga sudah sepantasnya mewarisi Indonesia.”

Sponsored

Usai ditelusuri, tak ditemukan judul berita seperti yang ada di gambar akun pengunggah di media sosial Facebook itu. Tak ditemukan pula pernyataan Ma’ruf Amin seperti yang ditulis di akun itu.

Surat suara KPU sudah dicetak

Beredar di media sosial Facebook, yang mengatakan sudah tercetak surat suara sebelum tanggal 1 Januari 2019. Faktanya, tanggal 4 Januari 2019 baru dilakukan kesepakatan dan validasi surat suara yang akan ditandatangani masing-masing pasangan calon. Setelah proses validasi, masih ada proses lelang dan sebagainya.

Anggota Panwaslu dan KPU buka belang dalam forum rapat

Beredar sebuah video di media sosial, menggambarkan seorang perempuan marah-marah dalam sebuah rapat. Perempuan itu dinarasikan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan KPU yang sedang membuka persoalan, telah terjadi kecurangan dalam tubuh Panwaslu dan KPU. Peristiwa itu disebut terjadi pada Desember 2018.

“Faktanya video tersebut sebenarnya berisikan rapat koordinasi antara KPUD Lampung, Bawaslu Lampung, kepolisian, kejaksaan, dan DPRD Lampung. Perempuan itu bukan anggota Panwaslu atau KPU, dia adalah Eva Dwiana anggota DPRD Lampung,” tulis laporan Subdit Pengendalian Konten Internet Kemenkominfo. Peristiwa itu terjadi pada 29 Juni 2018.

Ketua KPU saudara kandung Soe Hok Gie

Beredar di Facebok, Ketua KPU Arief Budiman dan Soe Hok Gie, yang diklaim saudara kandung. Faktanya, saudara kandung Soe Hok Gie bukan Arief Budiman yang saat ini menjabat Ketua KPU, tapi Arief Budiman aktivis angkatan 1966 yang juga pernah menjadi guru besar di Universitas Melbourne, Australia.

Hoaks lain yang muncul di media sosial, antara lain video pekerja tambang yang tak boleh salat Jumat, foto Kaesang Pangarep yang mengibarkan bendera PKI, rekaman suara potensi gempa 8 skala Richter di Krakatau, ustaz Arifin Ilham meninggal dunia, dan Jokowi yang dituding memberikan pernyataan PKI tak salah.

Kemenkominfo pun mengimbau, bila menemukan konten negatif di media sosial, terkait hoaks, pornografi, penipuan, narkoba, perjudian, radikalisme/terorisme, untuk segera melapor ke surat elektronik aduankonten@mail.kominfo.go.id, Twitter @aduankonten, atau @Divhumas_Polri.