sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kompolnas: Reformasi di tubuh Polri harus dikawal

Terlebih setelah kejadian ke luar masuknya buron kasus pengalihan hak tagih utang Bank Bali Djoko Tjandra ke Indonesia.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Sabtu, 18 Jul 2020 12:49 WIB
Kompolnas: Reformasi di tubuh Polri harus dikawal

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mengatakan, reformasi di tubuh Kepolisian RI atau Polri harus terus dikawal. Terlebih setelah kejadian ke luar-masuknya buron kasus pengalihan hak tagih utang Bank Bali Djoko Tjandra ke Indonesia.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis telah mencopot anak buahnya yang diduga membantu buron Djoko Tjandra. Yaitu Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Kepala Divisi Hubungan Internasional Irjen Napoleon Bonaparte dan Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia Brigjen Nugroho Slamet Wibowo.

"Ketika Kapolri memerintahkan secara tegas diproses, ditahan, dan diperiksa, kami mengapresiasi memang ada niat supaya polisi tetap bersih," kata Poengky, Sabtu (18/7).

Menurut Poengky, adanya kasus ini menjadikan reformasi Polri harus terus dikawal. Sebab, kasus ini membuktikan masih ada anggota Polri yang belum menjalankan reformasi dengan benar.

Dalam kasus ini Poengky melihat sebagai permainan pribadi Prasetijo. Dia tak melihat keluar-masuknya Djoko Tjandra ini sebagai skenario yang dijalankan bersama dalam tubuh Polri.

"Saya menduga, karena yang bersangkutan perwira tinggi, maka bisa dengan mudah dilakukan pemeriksaan rapid. Saya tak melihat ini skenario bersama. Ini lebih ke inisiatif," ujarnya.

Meskipun Prasetijo telah dicopot dari jabatannya, Poengky mengatakan pemeriksaan harus terus berlanjut. Menurutnya, pemeriksaan tersebut tidak cukup hanya pada etik dan disiplin saja.

"Apakah ada unsur yang mengandung pidana? Apakah ada tawaran dari Djoko Tjandra ke mereka? Ini kan masuk suap," tuturnya.

Sponsored
Berita Lainnya